Dugaan Penembakan di Betara, Polisi Amankan Satu Pelaku dan Kejar Pelaku Lain Kepala sekolah SD 066 tanjab barat dugaKorupsi Dana Revitallisasi  Milad KAHMI ke-60 di Jambi, Wamenag RI Hadiri Syukuran dan Pemotongan Tumpeng Skandal Suap Seleksi Bintara Polda Jambi Memanas, 24 Oknum Polisi Dilaporkan ke Mabes Polri dan DPR RI Kabut Asap Jambi Jangan Jadi “Bancakan” Seremonial: Saat Rakyat Butuh Aksi, Pemerintah Sibuk Gelar Sosialisasi

Home / Batanghari / Daerah

Rabu, 17 April 2024 - 17:13 WIB

Kasus Pembunuhan Syifa Di Batanghari Belum Terungkap, Masyarakat Berbondong-Bondong Galang Dana Untuk Keadilan

BATANGHARI – Sudah sekian lama kasus pembunuhan seorang gadis belia bernama Syifa di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi tidak kunjung terungkap membuat masyarakat berbondong-bondong melakukan penggalangan dana.

Puluhan warga yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Syifa menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan, di jalan Lintas Sumatera Tembesi-Jambi, pada Ahad kemarin (14/4/2024).

Aksi kemanusiaan ini dilakukan buntut dari dinginnya kasus kematian seorang gadis cantik bernama Nasifa (20) yang ditemukan tewas mengapung tanpa busana pada 27 Februari 2024 lalu, di sebuah kolam bekas yang beralamat di jalan baru Kilometer 6, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Menurut ketua Komunitas Peduli Syifa Aan Siswanto, aksi ini dilakukan untuk membantu keluarga dalam mencari keadilan atas tewasnya Nasifa, karena menurutnya kasus tersebut sudah lama namun belum juga terungkap siapa pelaku pembunuhannya.

“Uang ini rencananya akan digunakan untuk pendampingan hukum keluarga korban serta akan menggelar do’a akbar bersama yang melibatkan masyarakat di empat desa dan satu kelurahan,” kata Aan Siswanto, saat menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan.

Dikatakannya juga, bahwa aksi kemanusiaan ini akan terus dilakukan hingga satu minggu kedepan dengan harapan kasus ini segera terungkap.

“Insyaallah sampai satu minggu, dan kita mohon maaf juga kepada para pengguna jalan yang merasa terganggu, karena ini unsur kemanusiaan sekali lagi kami mohon maaf,” sebutnya.

Untuk diketahui bahwa, kasus penemuan jenazah seorang gadis berusia 20 tahun ini terjadi pada 27 Februari 2024 lalu, dan sempat menggerkan masyarakat Kabupaten Batanghari, Jambi. Pasalnya, korban ditemukan mengenaskan tanpa busana di dalam kolam bekas dengan penuh luka tusukan senjata tajam.

Selama 48 hari kasus kematian ini bergulir, pihak kepolisian Polres Batanghari sampai saat ini belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan dan apa motif dibalik kasus tewasnya gadis cantik asal Desa Pasar Terusan ini.

BERITA TERKAIT  Bupati Anwar Sadat Gelar Penyambutan Dandim 0419/Tanjab dan Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat

Share :

Baca Juga

Batanghari

Masyarakat Maro Sebo Ulu Kecewa Tak Kebagian Kupon Car Free Day 

Batanghari

Anita Yasmin pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA PPAS RAPBD TA 2025 Kabupaten Batang Hari tahun 2024

Batanghari

Kadis Kominfo Batang Hari Wakili Bupati MFA Terima Penghargaan Dari IMI Jambi

Batanghari

Pelaku Maling Sawit di Tanjung Putra Bacok Pemilik Kebun

Batanghari

Polres Batanghari Gelar Apel Pasukan Operasi Siginjai 2024

Daerah

Babinsa Koramil 415-08/Danau Teluk Pantau Kegiatan Pembagian Sembako

Daerah

Disnaker Tanjab Barat, bantah sudah ada pertemuan dengan pihak Syakira Mart

Daerah

Anggora DPRD Lukas Cholikul, R Dampingi Bupati Tinjau Korban Kebakaran Teluk Nilau, Tekankan Penanganan Cepat dan Tepat