TANJAB BARAT — Papan informasi proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 066 Tanjung Jabung Barat, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi kini menjadi sorotan tajam masyarakat.
Dengan total anggaran mencapai Rp656.771.000 bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, tidak hanya pembangunan toilet yang dipertanyakan, melainkan keseluruhan pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah yang dinilai jauh dari nilai dana yang tertera.
Salah satu pos yang paling mencolok adalah rehabilitasi 5 ruang kelas yang dianggarkan senilai Rp404.828.000. Jika dibagi rata, satu ruang kelas saja dianggarkan lebih dari Rp80 juta.
Namun pantauan langsung di lokasi menunjukkan pengerjaan yang dinilai sekadar pergantian atap, cat ulang, sedangkan kayu kasau terlihat banyak memakai kayu lama.
Perbaikan tanpa perubahan struktur besar atau penggantian material utama yang bernilai tinggi. Warga bertanya-tanya, pekerjaan apa yang sebenarnya dikerjakan hingga memakan biaya ratusan juta rupiah?
Yang lebih mencolok lagi rehabilitasi 1 ruang administrasi senilai Rp102.765.000. Angka ini terasa sangat besar untuk satu ruangan kantor sekolah. Apakah lantai diganti sepenuhnya, dinding dibongkar pasang, atau fasilitas lengkap dipasang? Jika hanya perbaikan permukaan, nilai ini terlihat sangat tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan.
Sementara itu, pembangunan satu unit toilet bernilai pantastis senilai Rp40.223.000. Masyarakat membandingkan, dengan biaya tersebut seharusnya berdiri bangunan yang kokoh, lengkap dengan fasilitas sanitasi berkualitas bak hotel bukan sekadar bangunan sederhana yang tampak biasa saja.
Pos lain mencakup rehab toilet Rp8.955.000 dan penataan lingkungan Rp100.000.000 yang juga belum terlihat jelas perwujudannya di lapangan.
Keseluruhan proyek direncanakan selesai dalam 130 hari, Agustus hingga Desember 2026. Namun yang menjadi keprihatinan warga adalah dugaan pelaksanaan yang terburu-buru, material yang digunakan tampak berkualitas rendah, dan pengerjaan yang dinilai tidak teliti — padahal nilainya ratusan juta rupiah.
Tulisan di papan proyek “DIAWASI OLEH KEJAKSAAN” justru memancing keraguan. Masyarakat berharap pengawasan tidak sekadar tertulis di papan, melainkan benar-benar hadir memastikan setiap rupiah terpakai tepat sasaran.
Jika rehab gedung hanya sekadar cat ulang dan perbaikan tipis, di mana sisa anggaran yang besar itu mengalir?
Warga menuntut kejelasan transparansi:
Rincian lengkap spesifikasi material & satuan harga rehab gedung
Bukti pengawasan berkala di setiap tahapan pengerjaan
Laporan kemajuan pekerjaan yang dapat diakses publik
Kesesuaian hasil akhir dengan Rincian Anggaran Belanja yang disetujui
Dana APBN adalah uang rakyat. Setiap rupiah yang digunakan untuk sekolah harus menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan layak untuk anak-anak. Rehabilitasi gedung seharga ratusan juta tidak boleh hanya menjadi cat di dinding dan penggunaan material bekas tanpa perbaikan nyata yang berarti.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia Pembangunan Pendidikan (P2SP) SD Negeri 066 Tanjung Jabung Barat belum memberikan penjelasan terkait rincian anggaran dan pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lokasi, melakukan audit menyeluruh, dan memastikan anggaran yang besar ini benar-benar terpakai untuk kemajuan pendidikan, bukan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.










