CV Nabil Hawari Dilaporkan ke Kejati Jambi, Proyek Jalan Rp4,2 Miliar Jadi Sorotan BPK Kebakaran Disertai Ledakan di Gudang Catering Mall Jamtos, Enam Orang Alami Luka Bakar Bungkamnya Disnaker Tanjab Barat , terhadap Pengusaha Syakira Mart , Ada Apa. ? Masyarakat minta Bupati ambil Tindakan  Diduga Angkut Minyak Ilegal, Mobil PT Kasih Karunia Raharja Tak Berhenti Saat Hendak Dikonfirmasi Resmi Dilantik, Raden Abdul Latif Pimpin GAN Jambi, Bidik Konsolidasi 11 Kabupaten/Kota

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Jumat, 4 September 2026 - 21:07 WIB

RSIA Annisa Jambi Angkat Bicara, Tudingan Telantarkan Pasien Hamil Disebut Tak Berdasar

Kabarseputarjambi – JAMBI – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Annisa Kota Jambi membantah tudingan penelantaran terhadap pasien ibu hamil berinisial M, warga Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Bantahan tersebut disampaikan Penasihat Hukum RSIA Annisa, Wahyu Agus Prayugo, S.H., M.H., didampingi manajemen dan tim medis dalam konferensi pers di RSIA Annisa, Jumat (4/9/2026) siang.

 

Wahyu menjelaskan, pasien pertama kali memeriksakan kehamilannya di Klinik Amira Medika, Merlung, pada 11 Agustus 2026. Saat itu, usia kehamilan sekitar 22–23 minggu dan hasil pemeriksaan disebut menunjukkan detak jantung janin sudah tidak terdeteksi.

 

Pasien kemudian dirujuk ke RSIA Annisa dan tiba pada 12 Agustus 2026. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, tim medis rumah sakit mengonfirmasi bahwa janin telah meninggal dunia. Pasien kemudian disarankan menjalani rawat inap untuk mendapatkan penanganan dan pemantauan medis.

 

Dalam proses administrasi, rumah sakit menemukan status BPJS Kesehatan pasien tidak aktif. Namun, pihak RSIA Annisa menegaskan kondisi tersebut bukan alasan untuk menolak pelayanan.

 

“Kami tidak pernah menolak pasien karena BPJS. Pelayanan tetap diberikan berdasarkan kondisi medis pasien,” tegas Wahyu.

 

Pihak rumah sakit juga mengaku menawarkan bantuan aktivasi BPJS serta memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan estimasi biaya melalui jalur umum.

 

Setelah berkomunikasi dengan keluarga, pasien memilih meninggalkan rumah sakit atas permintaan sendiri. RSIA Annisa menegaskan tidak pernah mengusir maupun menolak pasien.

 

Pasien disebut kembali ke rumah sakit pada hari berikutnya untuk menjalani pemeriksaan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG). Hasil pemeriksaan kembali menyatakan janin telah meninggal sebelum pasien dirujuk ke RSIA Annisa. Setelah mendapatkan penjelasan dokter, pasien kembali memilih pulang.

BERITA TERKAIT  Ratusan Pasang Kartu Nikah Diserahkan Bupati Fadhil Arief di Dua Kecamatan

 

Terkait somasi atas dugaan pembiaran dan penelantaran, Wahyu menyatakan pihak rumah sakit keberatan dan menilai tudingan tersebut tidak sesuai fakta penanganan medis.

 

“Tuduhan penelantaran itu sama sekali tidak berdasar. Sejak awal di klinik rujukan, detak jantung janin memang sudah tidak ada,” ujarnya.

 

Wahyu menambahkan, RSIA Annisa telah memberikan jawaban resmi atas somasi tersebut dan siap memberikan rekam medis maupun dokumen pelayanan apabila persoalan berlanjut ke proses hukum.

 

RSIA Annisa menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan pasien, profesionalitas tenaga medis, serta pelayanan sesuai SOP. (TIKO)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kakanwil Kemenkumham Jambi Hadiri Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni HBP Ke-59

Batanghari

Hadiri Pelepasan Siswa SMAN 7 Batanghari, Ini Pesan M Jaafar Wakil Ketua DPRD Batanghari

Batanghari

Bupati MFA Kembali Raih Penghargaan, Kategori Pemimpin Daerah Berdedikasi Dan Kepedulian Sosial Dalam Acara Cahaya hati Award 2026

Batanghari

Bupati MFA Didampingi Istri Hadiri Pembukaan MTQ Ke-56 Tingkat Desa Peninjauan

Daerah

Polres Tanjab Barat Tangkap Pelaku Pembunuhan dan Penganiayaan DI Kampung Nelayan

Batanghari

Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut Safari Ramadhan rombongan MUI Provinsi Jambi

Batanghari

Anniversary ke-8 Tahun, Komunitas Trail Adventure Modifikasi Batanghari Gelar Buka Bersama

Batanghari

Camat Marosebo Ulu Membuka Secara Resmi Open Turnamen Badminton PB Abiya Jaya