Proyek Revitalisasi SD Negeri 066 Tanjab Barat Rp656 Juta Dipertanyakan: Anggaran Rehab Gedung & Bangun Toilet Dinilai Tidak Masuk Akal Pangkalan Pirman Jual Gas diatas HET, warga Minta instansi terkait lakukan Cross chek Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Dinas Perkim Muaro Jambi, AWASI Pertanyakan Sosok Berinisial “S” Bukan Sekadar Adu Pukul, Kapolda Fighter Match Jadi Wadah Positif Anak Muda Jambi Tirta Mayang Dukung Kapolda Fighter Match, Arianto: Salurkan Energi Anak Muda ke Hal Positif

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Proyek Revitalisasi SD Negeri 066 Tanjab Barat Rp656 Juta Dipertanyakan: Anggaran Rehab Gedung & Bangun Toilet Dinilai Tidak Masuk Akal

TANJAB BARAT — Papan informasi proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 066 Tanjung Jabung Barat, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi kini menjadi sorotan tajam masyarakat.

 

Dengan total anggaran mencapai Rp656.771.000 bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, tidak hanya pembangunan toilet yang dipertanyakan, melainkan keseluruhan pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah yang dinilai jauh dari nilai dana yang tertera.

 

Salah satu pos yang paling mencolok adalah rehabilitasi 5 ruang kelas yang dianggarkan senilai Rp404.828.000. Jika dibagi rata, satu ruang kelas saja dianggarkan lebih dari Rp80 juta.

 

Namun pantauan langsung di lokasi menunjukkan pengerjaan yang dinilai sekadar pergantian atap, cat ulang, sedangkan kayu kasau terlihat banyak memakai kayu lama.

 

Perbaikan tanpa perubahan struktur besar atau penggantian material utama yang bernilai tinggi. Warga bertanya-tanya, pekerjaan apa yang sebenarnya dikerjakan hingga memakan biaya ratusan juta rupiah?

 

Yang lebih mencolok lagi rehabilitasi 1 ruang administrasi senilai Rp102.765.000. Angka ini terasa sangat besar untuk satu ruangan kantor sekolah. Apakah lantai diganti sepenuhnya, dinding dibongkar pasang, atau fasilitas lengkap dipasang? Jika hanya perbaikan permukaan, nilai ini terlihat sangat tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan.

 

Sementara itu, pembangunan satu unit toilet bernilai pantastis senilai Rp40.223.000. Masyarakat membandingkan, dengan biaya tersebut seharusnya berdiri bangunan yang kokoh, lengkap dengan fasilitas sanitasi berkualitas bak hotel bukan sekadar bangunan sederhana yang tampak biasa saja.

 

Pos lain mencakup rehab toilet Rp8.955.000 dan penataan lingkungan Rp100.000.000 yang juga belum terlihat jelas perwujudannya di lapangan.

 

Keseluruhan proyek direncanakan selesai dalam 130 hari, Agustus hingga Desember 2026. Namun yang menjadi keprihatinan warga adalah dugaan pelaksanaan yang terburu-buru, material yang digunakan tampak berkualitas rendah, dan pengerjaan yang dinilai tidak teliti — padahal nilainya ratusan juta rupiah.

BERITA TERKAIT  Hadiri Pelepasan Siswa SMPN 9 Batanghari, Kadis PDK Batanghari Disambut Tari Sekapur Sirih

 

Tulisan di papan proyek “DIAWASI OLEH KEJAKSAAN” justru memancing keraguan. Masyarakat berharap pengawasan tidak sekadar tertulis di papan, melainkan benar-benar hadir memastikan setiap rupiah terpakai tepat sasaran.

 

Jika rehab gedung hanya sekadar cat ulang dan perbaikan tipis, di mana sisa anggaran yang besar itu mengalir?

 

Warga menuntut kejelasan transparansi:

 

Rincian lengkap spesifikasi material & satuan harga rehab gedung

 

Bukti pengawasan berkala di setiap tahapan pengerjaan

 

Laporan kemajuan pekerjaan yang dapat diakses publik

 

Kesesuaian hasil akhir dengan Rincian Anggaran Belanja yang disetujui

 

Dana APBN adalah uang rakyat. Setiap rupiah yang digunakan untuk sekolah harus menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan layak untuk anak-anak. Rehabilitasi gedung seharga ratusan juta tidak boleh hanya menjadi cat di dinding dan penggunaan material bekas tanpa perbaikan nyata yang berarti.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia Pembangunan Pendidikan (P2SP) SD Negeri 066 Tanjung Jabung Barat belum memberikan penjelasan terkait rincian anggaran dan pelaksanaan proyek tersebut.

 

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lokasi, melakukan audit menyeluruh, dan memastikan anggaran yang besar ini benar-benar terpakai untuk kemajuan pendidikan, bukan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.

Share :

Baca Juga

Batanghari

Truk Tronton ODOL Menggila di Siang Hari, Ketua DPD GTR Batanghari Kecam Dugaan “Back-Up” Oknum Aparat dan Diduga Tambang Tanpa RKAB

Batanghari

MFA Bupati Batang Hari Olahraga Malam Bersama Masyarakat Sridadi

Seputar Jambi

PPM Pemuda Sungai Rengas Bagikan Takjil Gratis

Daerah

Cek Endra Ajak Masyarakat Jambi Perkuat Empat Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Daerah

Aliansi Masyarakat Desak Kapolri Copot Kapolda Jambi, Imbas Kaburnya Tersangka 58 Kg Sabu

Seputar Jambi

Diduga Oknum Kades di Batanghari Jual Besi Aset Desa

Daerah

Presisi Merdeka Balap Pompong Meriahkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Tanjab Barat ke-61

Daerah

Percayakan ke Aparat Kewilayahan, Penemuan Munisi Diserahkan ke Babinsa