Akibat Dilintasi Alat Berat,Jalan Simpang Mersam Rusak, Kadis PUTR Batang Hari Ajak Warga Jaga Aset Daerah

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang Hari – Ruas jalan di kawasan Simpang Mersam, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, mengalami kerusakan setelah dilintasi alat berat yang diduga tidak menggunakan pengamanan yang semestinya saat melintas di atas badan jalan beraspal.

Kerusakan tersebut terjadi pada bagian jalan sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat serta jalur distribusi hasil perkebunan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ir. H. Ajrisa Windra, ST, MM, menyampaikan bahwa kerusakan jalan diduga terjadi akibat aktivitas alat berat jenis excavator yang berjalan langsung di atas permukaan aspal tanpa perlindungan yang memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dalam kondisi tertentu alat berat memang diperbolehkan melintas, namun tetap harus memperhatikan prosedur agar tidak merusak infrastruktur jalan yang telah dibangun pemerintah.

“Kerusakan jalan di Simpang Mersam ini diperkirakan sepanjang kurang lebih 30 meter. Diduga disebabkan oleh alat berat excavator yang berjalan langsung di atas aspal,” ujar Windra.

Ia menjelaskan, seharusnya ketika alat berat jenis excavator dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, pengangkutannya menggunakan kendaraan khusus seperti trado.

Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pelindung pada tapak track alat berat, seperti menggunakan bantalan ban atau material lain agar tidak bersentuhan langsung dengan permukaan aspal.

“Kalau alat berat seperti excavator itu dipindahkan, seharusnya menggunakan trado. Kalau pun harus rolling, minimal disiapkan pelindung seperti ban pada tapak track-nya agar tidak merusak aspal,” jelasnya.

Selain itu, Windra juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan seperti kelapa sawit maupun komoditas lainnya agar memperhatikan kapasitas muatan kendaraan.

BERITA TERKAIT  Merangin Peringati Global Tiger Day 2025

Ia mengimbau agar kendaraan pengangkut tidak membawa muatan dengan tonase yang berlebihan, karena hal tersebut dapat mempercepat kerusakan jalan dan mengurangi daya tahan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang membawa hasil kebun seperti sawit dan komoditas lainnya agar tidak melebihi tonase kendaraan. Jika muatan terlalu berat, jalan akan cepat rusak dan ketahanannya akan berkurang,” ungkapnya.

Windra menegaskan bahwa jalan yang dibangun pemerintah merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan merawatnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga membutuhkan dukungan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga seluruh aset milik pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Pemkab sangat membutuhkan kesadaran dan dukungan masyarakat dalam menjaga seluruh aset pemerintah daerah. Jika aset-aset ini dijaga bersama, tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Ia pun kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah agar dapat bertahan lebih lama dan terus memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat di Kabupaten Batang Hari.

Berita Terkait

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan
Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru