Kabarseputarjambi.id – JAMBI – GOR Kota Baru Jambi bergemuruh, Sabtu malam (3/10/2026). Ribuan penonton memadati arena dan larut dalam sorak-sorai menyaksikan Kapolda Fighter Match, ajang pertarungan yang mempertemukan 140 fighter dalam lebih dari 70 partai pertandingan.
Sejak pertandingan dimulai, atmosfer GOR Kota Baru Jambi terasa begitu hidup. Teriakan dukungan dari para suporter terus menggema setiap kali fighter memasuki arena dan berhadapan dengan lawannya.
Kapolda Fighter Match tidak hanya diikuti atlet profesional. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari atlet, peserta umum hingga personel kepolisian. Sejumlah fighter dari luar Provinsi Jambi juga turut ambil bagian, di antaranya dari Palembang, Riau dan sejumlah daerah lainnya.
Kemeriahan semakin bertambah dengan hadirnya sejumlah figur publik dan influencer. Vicky Prasetyo, Dede Sunandar dan Beddu turut ambil bagian dalam pertandingan. Kehadiran mereka sontak menjadi perhatian penonton dan menambah warna tersendiri dalam gelaran tersebut.
Namun, Kapolda Fighter Match bukan sekadar pertunjukan pertarungan. Di balik persaingan di atas arena, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, mengasah kemampuan, membangun keberanian serta menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas.
Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.IK., MM., selaku panitia kegiatan mengatakan, Kapolda Fighter Match merupakan gagasan Kapolda Jambi yang telah dipersiapkan sejak sekitar 10 bulan lalu.
Menurut Ananto, kegiatan tersebut sengaja disiapkan untuk memberikan ruang bagi anak muda di Jambi yang memiliki hobi dan kemampuan dalam olahraga pertarungan agar dapat menyalurkannya melalui kompetisi yang resmi.
“Kapolda Fighter Match ini memang diinisiasi oleh Kapolda sudah sekitar 10 bulan yang lalu. Kami sebagai panitia menyiapkan kegiatan ini untuk memfasilitasi muda-mudi Jambi yang hobi bertanding,” ujar Ananto.
Ia mengatakan, keberadaan wadah pertandingan resmi diharapkan dapat mengarahkan minat dan kemampuan anak muda ke kegiatan yang lebih positif.
“Jadi bukan di jalanan. Mereka bisa bertanding di tempat yang sudah disiapkan secara resmi,” tegasnya.
Menurut Ananto, peserta yang tampil tidak hanya berasal dari Jambi. Sejumlah fighter dari luar daerah turut datang untuk meramaikan kompetisi.
“Pesertanya ada dari Palembang, ada sebagian dari Riau dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Kapolda Fighter Match juga diharapkan dapat mempererat hubungan antarfighter serta membuka ruang bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Ananto berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga serta pembinaan generasi muda di Provinsi Jambi.
“Dampaknya positif, insya Allah kita bikin lagi,” pungkas Ananto.
Meriahnya Kapolda Fighter Match di GOR Kota Baru Jambi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga pertarungan. Di tengah ketatnya persaingan para fighter, pesan tentang sportivitas, disiplin dan persaudaraan menjadi bagian penting dari gelaran yang menyatukan olahraga, hiburan dan semangat kompetisi tersebut. (TIKO)









