Wadirreskrimsus Polda Jambi Perintahkan Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat untuk menindaklanjuti terkait adanya Dugaan berita Acara Pengembalian Uang Petani KUD Tungkal Ulu Rumah Makan Samuel Panjaitan di Desa Taman Raja Diduga Jadi Markas Penimbunan Solar Ilegal Diamnya..? Ketua KUD Tungkal Ulu dan Hengky menjadi Tanda Tanya.? Uang Petani tak dikembalikan,Hengki CS di dugaTipu Penyidik Polda Jambi dugaan ada keterlibatan dua nama baru dengan inisial “R” dan “D” dalam pengawalan kegiatan minyak ilegal

Home / Daerah / Hukum & Kriminal / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:59 WIB

Tampa Safety ,Pekerja PT DAS Meninggal Menganaskan,Minta Kapolres Tanjab Barat Usut Tuntas

JAMBI – Naas betul nasib yang dialami oleh S Sianipar (45),salah satu Pekerja PT Dasa Anugrah Sejati (DAS) Meninggal Dunia secara mengganaskan terjatuh dari Atap Gudang Pupuk yang berlokasi di Ka 17,

Menurut Narasumber korban merupakan pekerja Harian di Perusahaan PT DAS,namun pada Hari Jum’at (15/08) sekitar pukul 9,45 dipanggil oleh Manajer Kebun untuk memperbaiki Atap Gudang Pupuk Yang mengalami Bocor,” Manajer Kebun yang memerintahkan beliau untuk memperbaiki Atap Gudang Pupuk Yang Bocor ? ,” ujarnya.

 

Menurut informasi yang didapat dilokqsi Tempat Kejadian Perkara, Korban pada saat itu tidak mengunakan Safety baik tali ikat maupun Helm kepala, lantas menaiki atap Gudang ,Kemungkinan besar beliau terinjak Seng Plastik sehingga Jatuh ke lantai yang Kontruksi Beton,” Beliau kerja tak diberikan Safety oleh Pihak Perusahaan , jika memakai Safety tentu kejadiannya tak begini,” Ujarnya.

 

Menurutnya lagi, saat melihat kondisi Korban dimana bagian kepala,Hidung dan telinga mengeluarkan Darah,Korban juga menghembuskan Nafas terkahir dilokasi,” Tak Tega melihatnya bang ? Jika ia mengunakan Helm safety tentu kejadiannya tak begini,” Ucapnya.

 

Namun atas Peristiwa Ini pihak Perusahaan terkesan abai bahkan merahasiakan Ke publik, sebenanya ada Apa ? Apa Mungkin akibat sebuah kelalaian Perusahaan sehingga menghilangkan Nyawa seseorang,PT DAS sebuah Perusahaan Raksasa yang telah mendapat Predikat RSPO tapi kenyataan nya jauh dari Prestasi yang sudah diraih.ini salah satu kejadian yang tampak dan nyata Buruknya Kinerja Perusahaan,jika memang Perusahaan memiliki Safety tentu tak merenggut Nyawa Anak Indonesia,

 

Sementara Humas Kebun,Maringgan S, saat dihubungi lewat Via telpon tak menggubris sama sekali ,hanya mengutus salah seorang Pekerja untuk menjelaskan kejadian ini

 

BERITA TERKAIT  Ratusan Hektar Hutan Tanaman Rakyat Di Wilayah Desa Peninjauan Diduga Kuat Telah Dijual

Manajer Kebun salah satu saksi dan harus ikut bertanggung jawab atas Meninggalnya pekerja ini,karena kelalaian sehingga menghilangkan Nyawa Seseorang,

 

Bantuan yang diberikan Perusahaan kepada Keluarga Korban merupakan suatu Kewajiban yang harus dipenuhi tapi pihak Perusahaan harus juga bertanggung Jawab atas Ke lalaian ini.

 

Salah satu Pekerja meminta Kapolres Tanjab Barat bertindak dan melakukan penyidikan dan Penyelidikan atas meninggalnya S,Sianipar, hal ini harus diusut tuntas sebab ia menduga ada kelalaian Perusahaan,” Kami pekerja meminta Kapolres Tanjab Barat melakukan penyelidikan atas meninggalnya Sianipar ini,” Terangnya.

 

Sementara Tindakan apa yang aka dilakukan oleh Kapolres Tanjab Barat terkait Maslah ini akan dimuat pada Edisi esok.

( Red)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Ketua DPRD Batang Hari Anita Yasmin Desak Pemkab Agar Segera Membayar Gaji Rapel

Daerah

Ketua DPRD Hamdani Sambut Kunjungan Kerja Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol di Makodim 0419/Tanjab

Daerah

Dini dan Sindi Resmi Nahkodai Fakultas Hukum UNJA Periode 2025/2026, Menang Tipis 1 Suara

Bungo

Mobil Terperosok Dalam Lumpur di Bungo, Satu Keluarga Asal Sumbar Meninggal

Daerah

KI Jambi Sidangkan Lima Sengketa Informasi Desa, Dua Perkara Gugur di Putusan Sela

Daerah

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Wakapolres Kompol Andi Musahar Resmi Menjabat. 

Daerah

Masyarakat Nahdlatul Ulama Tungkal Ulu Ramaikan KARNAVAL Memperingati HUT RI Ke-79

Batanghari

H.Bakhtiar., SP menghadiri Audensi bersama Menteri Perumahan dan Pemukiman Republik Indonesia