Lingkungan Terjaga, Ekonomi Bergerak: GCF Jambi Apresiasi Kemandirian Kelompok Masyarakat

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarseputarjambi.id – JAMBI — Semangat berkarya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan mewarnai Malam Apresiasi Program Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Jambi yang mengusung tema “Berkarya untuk Jambi Mantap yang Lestari”.

Kegiatan yang berlangsung di Mal Jamtos, Kota Jambi, Minggu malam (16/8/2026), menjadi momentum untuk mengapresiasi capaian kelompok masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Governing Board Penabulu Foundation Dr. Erwin S. Widodo, Tenaga Ahli GCF Musri Nauli, S.H., M.H., serta Koordinator GCF Provinsi Jambi Mahendra Taher.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian kelompok masyarakat yang selama ini mendapatkan pendampingan GCF menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut. Program GCF tidak hanya diarahkan pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat membangun kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.

Koordinator GCF Provinsi Jambi, Mahendra Taher, mengatakan malam apresiasi merupakan bentuk penghargaan terhadap kelompok masyarakat yang telah menunjukkan perkembangan selama mendapatkan pendampingan di tingkat tapak.

Menurut Mahendra, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dan Kelompok Masyarakat Peduli Api/Lingkungan (KMPA) menjadi bagian penting dalam program tersebut. Kelompok-kelompok itu terus didorong untuk mengembangkan potensi usaha sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Salah satu capaian yang dinilai membanggakan ditunjukkan oleh KUPS yang sebelumnya merintis usaha dari nol. Melalui pendampingan dan pengembangan potensi lokal, kelompok tersebut kini mampu mengolah hasil kopi secara mandiri.

Tak hanya mampu menjalankan kegiatan produksi, KUPS tersebut juga berhasil membangun tabungan kelompok yang nilainya hampir mencapai Rp 24 juta.

BERITA TERKAIT  DPRD Batang Hari Bersama Pemkab Bahas 2 Ranperda Inisiatif & Revisi Perda

“Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya untuk terus berkembang secara mandiri,” ujar Mahendra.

Pendampingan Jadi Kunci Penguatan Kelompok

Mahendra menjelaskan, GCF tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan pendampingan kepada berbagai pihak agar program dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan terhadap sejumlah pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga pengelola Taman Hutan Raya (Tahura).

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap program kerja berjalan optimal, terarah, serta sesuai dengan target dan waktu yang telah ditetapkan.

“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan program kerja dapat berjalan optimal, terarah, serta sesuai dengan target dan waktu yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Wali Kota Jambi Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Malam Apresiasi Program GCF Output 2.

Menurut Maulana, Kota Jambi turut mendapatkan apresiasi melalui sejumlah program lingkungan, di antaranya Kelurahan Proklim Sejinjang dan Kasang Jaya, serta sejumlah sekolah dasar yang dinilai dalam pengelolaan lingkungan melalui program Adiwiyata.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi atas malam apresiasi malam ini,” kata Maulana.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jambi melalui program Kota Jambi Bahagia terus mendorong berbagai gerakan yang berkaitan dengan kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta upaya menjaga kualitas lingkungan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah menghadapi dampak perubahan iklim yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat mendukung program Green Climate Fund yang sudah dijalankan. Mudah-mudahan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi bisa lebih maksimal lagi untuk program-program yang ramah lingkungan dan lestari,” ujarnya.

BERITA TERKAIT  Bersama DPRD, Bupati dan Wabup Teken Nota Kesepakatan Ranwal RPJMD Batanghari Tahun 2025-2029

Bukan Sekadar Apresiasi, tetapi Membangun Keberlanjutan

Malam apresiasi tersebut bukan sekadar seremoni penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan.

Keberlanjutan menjadi tantangan penting karena setiap program memiliki batas waktu pelaksanaan. Karena itu, kemandirian kelompok masyarakat dan keberlanjutan unit-unit usaha yang telah dibangun menjadi modal penting agar manfaat program tetap dirasakan setelah masa pendampingan berakhir.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendamping, KPH, Tahura, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat.

Dengan semangat “Berkarya untuk Jambi Mantap yang Lestari”, program pemberdayaan masyarakat diharapkan tidak hanya melahirkan kelompok yang mandiri secara ekonomi, tetapi juga masyarakat yang semakin peduli terhadap hutan dan lingkungan.

Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama untuk memastikan pembangunan Jambi memberikan manfaat bagi generasi saat ini tanpa mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang.

(TIKO)

Berita Terkait

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi
PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:19 WIB

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru