Bungkam Total! Firdaus Khattab Tutup Mulut Soal Lanjutan Sanksi dan LAP PKS PT PAJ, Masyarakat Makin Geram, Bupati Dipinta Turun Tangan

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA TUNGKAL – Kasus pencemaran Sungai Tantang yang menyebabkan kematian massal ikan di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kini semakin terbungkus kabut misteri.

 

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Firdaus Khattab, yang sebelumnya terjebak dalam janji kosong larangan operasi PKS PT Persada Alam Jaya (PAJ), kini kembali menunjukkan sikap bungkam total saat ditanya tentang lanjutan sanksi dan hasil Lap yang dinantikan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Setelah sebelumnya dinyatakan bahwa larangan operasi PT PAJ hanya sekadar wacana di mulut tanpa tindakan nyata, masyarakat berharap Firdaus Khattab dapat memberikan kejelasan mengenai perkembangan kasus ini.

 

Namun, harapan itu pupus seketika. Saat wartawan mencoba mempertanyakan Firdaus Khattab untuk hasil LAP sudah keluar atau belum?, bagaimana langkah lanjutan penanganan sanksi terhadap PT PAJ, dan apakah ada upaya konkret untuk menegakkan aturan yang ia sendiri pernah serukan, PLT Kadis DLH itu hanya diam seribu bahasa.

 

Sebelumnya ia sempat menunjukkan ketegasan kini terlihat menghindar. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, tidak ada penjelasan yang diberikan, dan tidak ada jawaban yang memuaskan. Firdaus Khattab seolah-olah menjadi patung yang bisu, tidak mau bertanggung jawab atas pertanyaan-pertanyaan mendesak dari masyarakat dan media.

 

Sikap bungkam ini tentu saja semakin memperparah kemarahan warga yang sudah lama menderita akibat dampak pencemaran lingkungan.

 

“Kami sudah tidak tahan lagi dengan sikap pejabat seperti ini. Dulu berani-beraninya mengeluarkan pernyataan larangan operasi, tapi sekarang saat ditanya hasil dan sanksi, malah diam saja. Apakah ada sesuatu yang disembunyikan? Apakah ada kesepakatan gelap yang dibuat?” tanya salah satu warga Desa Suban dengan nada emosi.

BERITA TERKAIT  Dinas Pendidikan Tanjab Barat Lepas Tanggung Jawab Pengawasan Revitalisasi SDN 138, Ada Apa?

 

Ketidaktransparanan yang ditunjukkan oleh Firdaus Khattab kadis DLH Kabupaten Tanjab Barat juga semakin memicu kecurigaan bahwa ada upaya untuk menutupi kebenaran.

 

Proses penanganan kasus yang seharusnya terbuka untuk publik justru tertutup rapat, membuat masyarakat merasa tidak dihargai dan hak mereka untuk mengetahui informasi terabaikan.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA., SE., ME, yang sebelumnya telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menindaklanjuti kasus ini, kini dihadapkan pada tantangan besar.

 

Instruksi yang diberikan seolah tidak berjalan lancar di tingkat dinas teknis, dan Firdaus Khattab tampak tidak mampu atau tidak mau melaksanakan perintah tersebut dengan baik.

 

Masyarakat kini menuntut agar Wakil Bupati dan Bupati Anwar Sadat segera mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi kinerja Firdaus Khattab secara menyeluruh.

 

Pihak PT PAJ sendiri masih tetap bungkam. Humas perusahaan, Sofwan Salju, masih belum mau memberikan keterangan apa pun meskipun telah berkali-kali dikonfirmasi. Kombinasi antara sikap diam Firdaus Khattab, ketidakterbukaan DLH Kabupaten, dan sikap bungkam PT PAJ membuat kasus ini semakin rumit dan penuh tanda tanya.

 

Hasil cek laboratorium sampel air sungai yang menjadi harapan terakhir untuk mendapatkan kepastian hukum kini juga diragukan keadilannya oleh masyarakat.

 

Dengan proses yang tertutup dan tindakan yang lemah dari pihak berwenang, warga khawatir bahwa hasil tersebut akan dimanipulasi atau diolah sedemikian rupa untuk melindungi pihak tertentu.

 

Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Firdaus Khattab akan segera membuka mulutnya dan memberikan penjelasan yang jelas dan transparan.

 

Masyarakat Tanjab Barat terus menunggu, tapi penantian itu sudah terlalu lama dan penuh dengan kekecewaan. Apakah keadilan akan benar-benar ditegakkan, ataukah kasus ini akan berakhir tanpa solusi yang memuaskan? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi bagi warga, setiap hari yang berlalu tanpa kejelasan adalah hari yang sia-sia bagi lingkungan dan hak-hak mereka.

BERITA TERKAIT  MASYARAKAT TANJAB BARAT DUKUNG POLRI DI BAWAH KEMENTRIAN - KECAMARAN TERHADAP PENEGAKAN HUKUM YANG TEBANG PILIH

Berita Terkait

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi
PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:19 WIB

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru