Tanjung Jabung Barat, – Pembangunan Puskesmas Merlung yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2025, menuai sorotan tajam. Proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat, justru terindikasi dikerjakan asal jadi dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada pelanggaran standar pembangunan. Salah satu yang paling mencolok adalah pengecoran lantai tidak mengunakan besi yang seharus di pasang tikar lantai dengan besi ukuran 10 meli namun it TDK dilakukan oleh pihak kontraktor
Praktik ini jelas menyimpang dari prosedur standar pembangunan yang lazim. Pemasangan keramik tanpa alas cor yang kuat akan menyebabkan lantai mudah rusak, retak, dan tidak tahan lama. Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.
Indikasi Korupsi Menguat
Pengamat pembangunan Firman, menyatakan bahwa temuan ini mengindikasikan adanya praktik korupsi dalam proyek pembangunan Puskesmas Merlung. “Pengerjaan yang tidak sesuai standar seperti ini biasanya dilakukan untuk mengurangi biaya pembangunan dan memperkaya diri sendiri,” ujarnya.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap proyek ini. “Jika terbukti ada penyimpangan, pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pembangunan Puskesmas Merlung yang seharusnya menjadi simbol peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kini justru menjadi sorotan karena dugaan praktik korupsi dan pengerjaan asal jadi. Masyarakat berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku yang bertanggung jawab dapat dihukum seberat-beratnya.











