Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI di Jambi Semarak, Al Haris Tekankan Kerja Nyata untuk Masyarakat Keluarga Besar PT. VAT Mengucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia Lingkungan Terjaga, Ekonomi Bergerak: GCF Jambi Apresiasi Kemandirian Kelompok Masyarakat Polres Tanjab Barat Ungkap Kasus Curanmor, Satu Pelaku Diamankan Polsek Mersam Tegaskan Perdamaian Dugaan Penganiayaan Tanpa Intimidasi, Bantah Tolak Laporan Masyarakat

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:45 WIB

Anggaran Desa Tak Terbuka, Kades Lubuk Terap M. Zuhkri alias Ntok Jadi Sorotan Tajam Warga

TANJAB BARAT – Isu ketidaktransparansi pengelolaan keuangan kembali mewarnai dunia pemerintahan desa di Tanjung Jabung Barat.

 

Kali ini sorotan tajam tertuju pada Kepala Desa Lubuk Terap, Kecamatan Merlung, M. Zuhkri atau yang akrab disapa Ntok. Warga menduga kuat pejabat ini memperlakukan Anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) layaknya anggaran pribadi, tanpa pernah terbuka dan menyampaikan rinciannya kepada masyarakat.

 

Keluhan yang mengemuka bukan hanya sekadar isu, melainkan didasari fakta yang terlihat mata. Sejumlah warga yang enggan menyebutkan identitasnya secara lengkap demi alasan keamanan, menyampaikan kekecewaan mendalam kepada awak media.

 

“Sejak beliau menjabat, mana ada papan informasi anggaran yang terpasang di depan kantor desa? Kami tidak pernah tahu berapa dana yang masuk dan untuk apa saja digunakan,” tegas salah satu warga setempat.

 

Warga juga mempertanyakan kewajaran pembangunan fisik. Kantor Desa yang lama masih layak pakai, namun justru dibangun gedung baru yang kini terbengkalai bertahun-tahun. Hal ini dinilai sangat merugikan dan membuang anggaran negara secara percuma.

 

Dugaan penyimpangan kian menguat terkait proyek pengerasan jalan akses petani di Seberang Sungai Pengabuan. Anggaran yang dikucurkan cukup besar, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pekerjaan dilaksanakan. “Coba saja konfirmasi ke warga di sana, jalannya tetap rusak, tapi uangnya sudah tidak ada kabarnya,” tambah warga.

 

Akumulasi ketidakpuasan ini membuat warga berencana melaporkan dugaan pelanggaran tersebut secara tertulis kepada aparat penegak hukum. Namun selama ini mereka belum memiliki kesempatan yang tepat untuk melangkah lebih jauh.

 

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran mendalam dan meminta pertanggungjawaban Kades Lubuk Terap. Karena bagaimanapun, setiap rupiah yang dikelola adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

BERITA TERKAIT  Kapolda Jambi Hadiri Debat Perdana Calon Ketua Umum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029

(Yogi)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Bupati Batanghari Resmi Menutup Batanghari Expo 2024, Dorong Dampak Ekonomi dan Pengembangan Bakat Lokal

Daerah

Diduga intimidasi sopir angkutan Minyak ,oknum mengaku wartawan disebut membawa senjata api

Batanghari

Bupati Batang Hari Fadhil menggelar open hause di rumah dinasnya untuk masyarakat Kabupaten Batang Hari

Batanghari

PT Velindo Aneka Tani Mengucapkan Gong Xi Fa Cai! Selamat Hari Imlek 2024

Batanghari

Pemkab Batang Hari Terima Sertifikat KIK Lagu Daerah dari Kemenkum Jambi

Batanghari

Dengar Keluhan Warga di Bulan Suci Ramadhan, Kapolsek Marosebo Ulu Gelar Jum’at Curhat

Daerah

Di Mana Kerugian Keuangan Negara?” PH Tantang Dasar Audit BPKP dalam Kasus Tirta Mayang

Daerah

Masalah IPAL RSUD Suryah Khairuddin Merlung,Dirut Terkesan Tertutup..Ada Apa ?