AWaSI Jambi: Diduga Bupati Tanjab Timur Terlibat Merubah Spesifikasi Kapal 10 GT jadi 16 GT

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi – Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan proyek Bantuan Alat Penangkapan Ikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2025. Proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi merugikan masyarakat nelayan sebagai penerima manfaat.

 

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, kegiatan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.955.000.000 dengan realisasi mencapai Rp1.809.698.317. Dalam dokumen perencanaan, paket bantuan kapal ditetapkan berukuran 10 GT berbahan fiberglass. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kapal yang diserahkan berukuran sekitar 16 GT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Erfan Indriyawan menilai perubahan spesifikasi tersebut bukan persoalan teknis biasa, melainkan indikasi kuat adanya ketidaktertiban dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan serta penyalahgunaan wewenang.

 

“Perubahan dari 10 GT menjadi 16 GT bukan hal sepele. Ini menyangkut desain, anggaran, hingga kesesuaian kebutuhan nelayan. Jika 10 GT harga awal 1,9 Milyar maka 16 GT harusnya harga berubah atau mark up sejak awal?” tegasnya pada Senin (06/04/2026).

 

 

Tidak hanya itu, AWaSI Jambi juga menyoroti alokasi anggaran sebesar Rp90.000.000 untuk pembuatan desain kapal 10 GT. Dengan adanya perubahan spesifikasi di lapangan, efektivitas penggunaan anggaran desain tersebut dipertanyakan.

 

“Jika desainnya 10 GT, lalu yang dibangun 16 GT, maka desain itu digunakan atau tidak? Kalau tidak, ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran. Bentuk kapal rampung juga diindikasikan sebagai kapal angkut sungai, bukan kapal berlayar ke laut” ujarnya.

 

Kejanggalan lain juga terlihat pada pengadaan mesin kapal dengan nilai Rp180.000.000. Pihaknya mempertanyakan apakah mesin tersebut benar-benar disesuaikan dengan kapasitas kapal yang berubah, atau justru terjadi ketidaksinkronan yang berpotensi mengganggu operasional kapal.

BERITA TERKAIT  DPRD Batanghari Minta Pemkab Batang Hari Optimalkan PAD

 

Lebih jauh, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kapal bantuan tersebut belum dapat digunakan secara optimal. Salah satu penyebab utama adalah alat tangkap berupa jaring yang belum siap pakai dan baru tersedia sekitar 70 persen. Akibatnya, kapal yang telah diserahkan kepada nelayan justru menganggur di dermaga.

 

“Dalam sejumlah pemberitaan terungkap bahwa Bupati Tanjabtim saat meresmikan kapal tersebut mengatakan bahwa ‘apa yang kita rencanakan 10 GT, alhamdulillah nambah jadi 16 GT’, patut di duga Bupati ikut berperan merubah spesifikasi kapal dan kapal sudah ada, tapi tidak bisa melaut, ini menunjukkan perencanaan yang tidak matang dan terkesan dipaksakan,” kata Erfan.

 

Selain itu, kapal berukuran lebih besar justru menimbulkan beban ekonomi baru bagi nelayan, karena kapal 10 GT menggunakan minyak subsidi sedangkan kapal 16 GT tidak bisa menggunakan minyak subsidi. Hal ini dinilai bertentangan dengan tujuan awal program bantuan yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan nelayan.

 

“Kami melihat ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi sudah mengarah pada dugaan lemahnya tata kelola anggaran dan penyalahgunaan wewenang. Kami akan mengelar aksi guna menanyakan hal tersebut serta meminta dewan untuk segera membuat pansus” tutup Erfan Indriyawan.

(Red).

Berita Terkait

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi
PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:19 WIB

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru