TANJAB BARAT — Jalan lintas Desa Lubuk Lawas–Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang dibangun pada masa Bupati Saprial, kini terancam rusak parah. Jalan yang seharusnya menjadi kemudahan warga justru kini penuh tumpahan batu split dari truk angkutan kuari, dan ironisnya terjadi perubahan rute yang mencurigakan.
Sebelum jalan ini dibangun, truk pengangkut batu split dari kuari diketahui menggunakan jalur khusus, yaitu rute dari kuari menuju Desa Pematang Tembesu. Namun, tepat setelah jalan masyarakat ini selesai dibangun, truk-truk angkutan batu beralih memakai jalan tersebut secara terus-menerus, membebani struktur jalan.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebenarnya telah memasang portal pembatas di Desa Tanjung Bojo, tidak jauh dari kediaman Kepala Desa, untuk mencegah kendaraan berlebih muatan melintas. Namun, portal tersebut diduga kuat telah dirusak sehingga truk-truk besar dapat lewat tanpa hambatan, dan kini jalan tersebut penuh tumpahan batu yang jatuh dari muatan truk yang tidak tertutup rapat.
Beberapa warga menyebutkan bahwa Pemerintah Desa Tanjung Bojo diduga kuat mendapat fee agar diizinkan melintas tanpa kendala.
“Saya dengar pemerintah Desa sudah dapat fee-nya,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Desa Tanjung Bojo saat dihubungi via Whatsapp mengatakan tidak dapat memberikan penjelasan melalui Whatsapp.
“Mohon maaf tidak bisa saya jelaskan melalui WA. Kalau bapak ada waktu main ke rumah sayo” Pinta kades (22/8/2026)
“Kapan-kapan ado waktu main ke rumah pak” Tambahnya










