Diduga Angkut Kayu Tanpa Dokumen, Sopir Sebut Ada Pengawalan Oknum Anggota Polda Aktif Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Permata Berlian Kuala Tungkal, Polisi Lakukan Penanganan MUSDALUB F.SPTI-K.SPSI Jambi Jadi Sorotan! Sekda Sudirman dan Ketua Pusat Hadir, Konsolidasi Organisasi Diperkuat Polsek Danau Teluk Ungkap Kasus Curanmor dan Penggelapan Motor, Lima Perkara Penganiayaan Tempuh RJ Panagkalan Gas Adeeva Millim Narko, Jual Gas di atas HET ,Instansi terkait jangan Tutup mata,

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26 WIB

TINJAUAN TEGAS: USAHA PEMECAH BATU DIDUGA ILEGAL DESA PEMATANG TEMBESU – PERIZINAN TIDAK ADA, DAMPAK MEMATIKAN, DAN DINAS LINGKUNGAN BUNGKAM!

 

Desa Pematang Tembesu, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi titik panas setelah usaha pemecah batu ilegal yang menggunakan alat berat stone crusher dan excavator terkuak.

 

Usaha yang jelas bukan skala kecil-kecilan ini menusuk ke jantung perhatian publik karena tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak kesehatan masyarakat dan menyalahgunakan BBM subsidi. (19/1/2026)

 

Semua pihak yang dimintai pendapat memberikan tanggapan negatif tajam. Usaha semacam ini wajib memiliki izin resmi yang lengkap untuk mengantisipasi dampak buruk.

 

Menurut pengamat lingkungan, jika pemerintah dan kepolisian tidak bertindak tegas, konsekuensinya bukan hanya kerusakan alam, tetapi juga munculnya penyakit yang akan menjangkiti warga sekitar. Selain itu, tidak menutup kemungkinan operasinya menggunakan BBM subsidi – sebuah pelanggaran hukum yang tidak bisa ditolerir.

 

Berita tentang kasus ini sebenarnya sudah beberapa kali diterbitkan media lokal. Kapolsek Tungkal Ulu memberikan respon positif: “Siap bang terimakasih akan di cek dan di infokan ke Polres dan pihak berwenang.” Ujar AKP Windy

 

Namun, respons yang berbeda terjadi pada Kasi Kepengawasan Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Barat, Hilman. Meskipun wartawan melakukan konfirmasi berkali-kali melalui WhatsApp dan telepon, ia tetap diam tanpa kata sepatah pun.

 

Sikap bungkam ini mengundang pertanyaan tajam: Apakah Hilman benar-benar memiliki komitmen untuk melindungi lingkungan Tanjab Barat, atau hanya menjalankan tugas secara formal tanpa peduli pada kesehatan lingkungan yang seharusnya menjadi misi utama dinasnya? Diamnya ia seakan menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat!

BERITA TERKAIT  Walikota Maulana Dorong Finalis Bujang Gadis Kota Jambi Jadi Duta Peradaban Melayu Modern

Share :

Baca Juga

Batanghari

Wakil Bupati Batang Hari Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Penanda Tangannan KUPA Tahun Anggaran 2024

Daerah

POLRES TANJAB BARAT UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN BESERTA BARANG BUKTI. 

Daerah

Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 415-07/Pelayangan Bantu Petani Merawat Tanaman Terong

Seputar Jambi

Ditlantas Polda Jambi Tindak Puluhan Angkutan Batubara yang Melanggar

Daerah

Anggota DPRD Batang Hari Kunjungi Kantor Dinas Perkim Kabupaten Musi Rawas

Daerah

Bupati Anwar Sadat Resmi Lantik Pengurus PPDI Tanjab Barat 2025–2030

Daerah

Kebakaran Disertai Ledakan di Gudang Catering Mall Jamtos, Enam Orang Alami Luka Bakar

Daerah

Pemulung di Sukabumi Menangis dan Pingsan di Pelukan Jendral Polisi Saat Diberi Kejutan Pulang Kampung dan Modal Usaha