Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT – Proyek rehabilitasi jembatan gantung di Desa Rantau Benar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang dibiayai sepenuhnya dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 senilai Rp77.955.000, kini diwarnai dugaan kuat adanya pembengkakan harga atau mark up yang sangat tidak wajar. Nilai anggaran di atas kertas terlihat sangat besar, namun kondisi fisik pekerjaan di lapangan nyatanya sangat minim dan jauh dari nilai yang tercantum.

 

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi pekerjaan yang berada di RT 004 Dusun 002, hasil pengerjaan yang terlihat nyata sangat sederhana dan terbatas. Berdasarkan hitungan kasar mengacu pada harga pasar material beserta biaya upah tenaga kerja, nilai fisik yang dikerjakan diperkirakan paling tinggi hanya mencapai kisaran Rp10 juta saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu warga setempat yang memantau langsung pelaksanaan proyek tersebut mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai komponen pekerjaan yang dilakukan sangat sedikit, padahal nilai anggarannya hampir mendekati Rp78 juta rupiah.

 

“Lihat sendiri kondisinya, yang dikerjakan itu cuma penggantian plat besi lantai satu bagian saja, dan penggantian beberapa sling penyangga. Struktur utama tiang, kerangka, maupun bagian lainnya sama sekali tidak ada perubahan atau perbaikan. Kalau dihitung beli bahan plat besi itu, beli sling baja, sama bayar tukang, paling habisnya cuma sekitar Rp10 jutaan,” ungkap warga, Kamis (25/6/2026).

 

Menurutnya, selisih yang sangat jauh antara nilai anggaran dan nilai fisik yang ada di lapangan sangat mencurigakan.

 

“Sisanya kemana? Jelas ada permainan harga di sini. Nilai dibesarkan di atas kertas, tapi yang keluar nyata di lapangan sedikit sekali. Ini sangat merugikan keuangan desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

BERITA TERKAIT  Diduga Oknum Kontraktor di Tanjab Barat Kangkangi UU No 14 Tahun 2008 Tentang KIP

 

Dalam rincian anggaran yang tertera pada papan pengumuman proyek tertulis kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana jenis Rehabilitasi Jembatan Gantung, dengan sumber dana bersumber dari Dana Desa (DD) TA. 2026, dan pelaksanaannya ditugaskan kepada PKPKD serta TPK Desa.

 

Namun, kondisi fisik yang ada di lapangan memperlihatkan fakta yang kontras. Tidak ada pembangunan ulang, tidak ada penggantian struktur utama, maupun peningkatan kapasitas jembatan. Pekerjaan hanya sebatas perbaikan sangat terbatas, yaitu pemasangan satu bagian plat besi lantai dan penggantian beberapa sling, yang nilainya menurut ukuran konstruksi jembatan gantung di wilayah pedesaan, sama sekali tidak wajar jika mencapai puluhan juta rupiah.

 

Warga pun mempertanyakan proses penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), perencanaan, hingga pengawasan yang dilakukan aparat desa. Pasalnya, selisih nilai yang mencapai hampir Rp67 juta itu dianggap sangat mencolok dan berpotensi besar adanya penyimpangan penggunaan keuangan desa.

 

“Kami harap Inspektorat, BPK, maupun pihak berwenang mau turun langsung cek ke lokasi. Bandingkan RAB sama kenyataan fisik yang ada di sini. Dana desa itu uang rakyat, hasil kerja keras negara, jangan dimainkan nilainya untuk kepentingan pribadi sekelompok orang,” tambah warga lainnya.

 

Kades Sulit Dihubungi dan Tidak Ditemui

 

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Desa Rantau Benar menemui jalan buntu. Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menghubungi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon berkali-kali, namun tidak ada jawaban atau respons apa pun.

 

Bahkan, tim redaksi juga sudah mendatangi langsung Kantor Desa Rantau Benar serta kediaman pribadi Kepala Desa untuk meminta penjelasan resmi terkait proyek ini. Namun, kedatangan awak media tersebut tidak berhasil bertemu dengan pihak Kepala Desa guna mendapatkan klarifikasi mengenai dugaan ketidaksesuaian anggaran dan pekerjaan di lapangan ini.

BERITA TERKAIT  Ribuan Jemaah Padati Tablig Akbar UAS di Masjid Baiturrahmah Perumnas, Antusias Sejak Sebelum Subuh

 

Masyarakat berharap adanya audit menyeluruh dan transparansi penuh agar dugaan penyimpangan ini terungkap dan keuangan desa bisa dipertanggungjawabkan secara bersih, benar, dan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan tanggapan bagi pihak desa maupun pelaksana proyek.

Berita Terkait

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi
PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:19 WIB

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Karhutla di Jambi, Bupati Fadhil Sambut Kedatangan Gubernur Jambi

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru