Rp47,5 Miliar Uang Daerah untuk Bank 9 Jambi, Bernard Panjaitan Minta DPRD Merangin Tolak. Kejari Jambi Bongkar Proyek Pajak Rp 1,8 Miliar, 5 Tersangka Ditahan POLSEK TELANAIPURA POLRESTA JAMBI UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN Proyek Revitalisasi SD Negeri 066 Tanjab Barat Rp656 Juta Dipertanyakan: Anggaran Rehab Gedung & Bangun Toilet Dinilai Tidak Masuk Akal Pangkalan Pirman Jual Gas diatas HET, warga Minta instansi terkait lakukan Cross chek

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:45 WIB

Anggaran Desa Tak Terbuka, Kades Lubuk Terap M. Zuhkri alias Ntok Jadi Sorotan Tajam Warga

TANJAB BARAT – Isu ketidaktransparansi pengelolaan keuangan kembali mewarnai dunia pemerintahan desa di Tanjung Jabung Barat.

 

Kali ini sorotan tajam tertuju pada Kepala Desa Lubuk Terap, Kecamatan Merlung, M. Zuhkri atau yang akrab disapa Ntok. Warga menduga kuat pejabat ini memperlakukan Anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) layaknya anggaran pribadi, tanpa pernah terbuka dan menyampaikan rinciannya kepada masyarakat.

 

Keluhan yang mengemuka bukan hanya sekadar isu, melainkan didasari fakta yang terlihat mata. Sejumlah warga yang enggan menyebutkan identitasnya secara lengkap demi alasan keamanan, menyampaikan kekecewaan mendalam kepada awak media.

 

“Sejak beliau menjabat, mana ada papan informasi anggaran yang terpasang di depan kantor desa? Kami tidak pernah tahu berapa dana yang masuk dan untuk apa saja digunakan,” tegas salah satu warga setempat.

 

Warga juga mempertanyakan kewajaran pembangunan fisik. Kantor Desa yang lama masih layak pakai, namun justru dibangun gedung baru yang kini terbengkalai bertahun-tahun. Hal ini dinilai sangat merugikan dan membuang anggaran negara secara percuma.

 

Dugaan penyimpangan kian menguat terkait proyek pengerasan jalan akses petani di Seberang Sungai Pengabuan. Anggaran yang dikucurkan cukup besar, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pekerjaan dilaksanakan. “Coba saja konfirmasi ke warga di sana, jalannya tetap rusak, tapi uangnya sudah tidak ada kabarnya,” tambah warga.

 

Akumulasi ketidakpuasan ini membuat warga berencana melaporkan dugaan pelanggaran tersebut secara tertulis kepada aparat penegak hukum. Namun selama ini mereka belum memiliki kesempatan yang tepat untuk melangkah lebih jauh.

 

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran mendalam dan meminta pertanggungjawaban Kades Lubuk Terap. Karena bagaimanapun, setiap rupiah yang dikelola adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

BERITA TERKAIT  Kadis Disnaker Tanjab Barat :, minta Persoalan Syakira Mart jangan hanya sebatas Pembinaan,, tapi sanksi tegas,jika terus melakukan pelanggaran

(Yogi)

Share :

Baca Juga

Batanghari

DPRD Batang Hari Melakukan Giat Studi Banding Ke Lintas Komisi Disnaker Tanjabbar

Batanghari

Anggota DPRD Batang Hari Gelar Bimbingan Teknis Peningkatan Pengawasan

Daerah

Pantau Arus Lalu Lintas saat Arus Balik Lebaran, Ditlantas Polda Jambi Atensi Kendaraan Sumbu Tiga ke Atas Dilarang Melintas 

Batanghari

DPRD Batanghari Di Dominasi Wajah Baru Ada 66 Persen Caleg Terpilih.

Daerah

Limbah Kelapa Sawit PT Fortius Cemari Sungai Tantang, Sawah Ratusan Hektar Di Trans Suban Terancam

Batanghari

Bersama Tim ESDM, Lingkungan Hidup, Ditreskrimsus Polda Jambi Turun ke Lokasi Bekas Tambang Batu Bara di Koto Boyo

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Lantik Pengurus Himbari Malam Ini, Lokasinya di Kota Jambi

Daerah

Investment Award 2026 Digelar Perdana, Maulana-Diza Bidik Kota Jambi Jadi Magnet Investasi Baru