TANJAB BARAT – Isu ketidaktransparansi pengelolaan keuangan kembali mewarnai dunia pemerintahan desa di Tanjung Jabung Barat.
Kali ini sorotan tajam tertuju pada Kepala Desa Lubuk Terap, Kecamatan Merlung, M. Zuhkri atau yang akrab disapa Ntok. Warga menduga kuat pejabat ini memperlakukan Anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) layaknya anggaran pribadi, tanpa pernah terbuka dan menyampaikan rinciannya kepada masyarakat.
Keluhan yang mengemuka bukan hanya sekadar isu, melainkan didasari fakta yang terlihat mata. Sejumlah warga yang enggan menyebutkan identitasnya secara lengkap demi alasan keamanan, menyampaikan kekecewaan mendalam kepada awak media.
“Sejak beliau menjabat, mana ada papan informasi anggaran yang terpasang di depan kantor desa? Kami tidak pernah tahu berapa dana yang masuk dan untuk apa saja digunakan,” tegas salah satu warga setempat.
Warga juga mempertanyakan kewajaran pembangunan fisik. Kantor Desa yang lama masih layak pakai, namun justru dibangun gedung baru yang kini terbengkalai bertahun-tahun. Hal ini dinilai sangat merugikan dan membuang anggaran negara secara percuma.
Dugaan penyimpangan kian menguat terkait proyek pengerasan jalan akses petani di Seberang Sungai Pengabuan. Anggaran yang dikucurkan cukup besar, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pekerjaan dilaksanakan. “Coba saja konfirmasi ke warga di sana, jalannya tetap rusak, tapi uangnya sudah tidak ada kabarnya,” tambah warga.
Akumulasi ketidakpuasan ini membuat warga berencana melaporkan dugaan pelanggaran tersebut secara tertulis kepada aparat penegak hukum. Namun selama ini mereka belum memiliki kesempatan yang tepat untuk melangkah lebih jauh.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran mendalam dan meminta pertanggungjawaban Kades Lubuk Terap. Karena bagaimanapun, setiap rupiah yang dikelola adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
(Yogi)










