Diduga Mafia Lahan Sulap Hutan Kawasan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Renah Mandaluh, Aktivis Akan Lapor ke Pihak Berwenang hingga Ke KPK RI

- Redaksi

Minggu, 29 Desember 2024 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Diduga Hutan Produksi (HP) berubah menjadi kebun kelapa sawit di wilayah Desa Rantau Benar, Kecamatan Renah Mandaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Hutan yang seharusnya dapat perlindungan dari pemerintah secara hukum ini telah terbentang berubah menjadi kebun kelapa sawit.

Menurut kicauan warga dilokasi, kebun sawit dengan luas 90 hektare dalam hutan kawasan tersebut dimiliki oleh seorang oknum, namun tidak tersentuh hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemilik nya satu orang pak. Kebunnya ini kurang lebih 90 hektare” ungkap warga di lokasi. Pada Kamis lalu (26/12/2024)

Lebih lanjut warga ini mengatakan “pemilik lahan puluhan hektare itu telah bergabung di kelompok Tani yang terdaftar di Kementerian. Namun kebun itu dimiliki oleh dia seorang” katanya

Kendati demikian hal tersebut mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satu aktivis Jambi mengatakan. “Jika oknum tersebut mengatasnamakan kelompok tani terdaftar di Kementerian Kehutanan, tetapi kebun sawit tersebut dimiliki satu orang, maka ada indikasi pelanggaran Hukum” serunya

Sambungnya “Penggunaan dokumen palsu (Pasal 263 KUHP, penjara 6 tahun), Pelanggaran peraturan kehutanan (Undang-Undang No. 41/1999, Pasal 50, penjara 5 tahun). Dan Pelanggaran peraturan perkebunan (Undang-Undang No. 18/2004, Pasal 64, penjara 5 tahun)” jelasnya

Selain melanggar aturan tersebut, menurut Aktivis ini, perubahan hutan menjadi kebun kelapa sawit memiliki dampak lingkungan, sosial dan ekonomi yang signifikan

“Dampak Lingkungan seperti Kehilangan biodiversitas, penghancuran habitat satwa liar dan tanaman endemik. Perubahan iklim seperti, peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan suhu global” ujarnya

Selanjutnya katanya “Kerusakan tanah Erosi, sedimentasi dan penurunan kesuburan tanah. Pencemaran air, Limbah kimia dan pestisida mengkontaminasi sumber air. Kehilangan sumber air, pengurangan kemampuan hutan untuk menyerap air hujan” imbuhnya.

BERITA TERKAIT  Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat abaikan Perintah Wadirreskrimsus Polda Jambi.

Dari dampak tersebut, juga menimbulkan kerugian terhadap Negara. Serta menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

“Kerugian yang ditimbulkan, tentu oknum ini tidak bayar pajak, artinya pengurangan terhadap pendapatan Negara. Dan parahnya menimbulkan dampak kesehatan seperti, pencemaran udara, sakit pernapasan dan kanker. Pencemaran air yang ditimbulkan penyakit gastrointestinal dan keracunan” tukasnya

Senada dengan itu aktivis ini akan menindaklanjuti dengan melaporkan permasalahan tersebut ke pihak yang menindak pelanggaran perubahan hutan menjadi kebun tanpa izin resmi tersebut

Terkait masalah ini, yang berwenang adalah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kehutanan, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), Kepolisian, dan Kejaksaan” katanya

Dalam waktu dekat ini saya bersama rekan-rekan akan membuat laporan ke KLHK atau Kementerian Kehutanan, Polda Jambi dan Kejaksaan setempat. Jika diperlukan kami akan layangkan surat ke Pengadilan Negeri dan membuat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika ada indikasi korupsi” tutupnya

Sampai berita ini diterbitkan pemilik kebun inisial P belum dapat dihubungi. Tanggapan P akan kami muat pada pemberitaan selanjutnya

Berita Terkait

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA
Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah
Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat
Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,
Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas
Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan
Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:18 WIB

PIMPINAN UTAMA REDAKSI SATU KOMANDO, ACHMADI ANOM ALIAS KI ANOM HADIRI HUT KE-27 DAN RAKERNAS IPJI 2026 DI JAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Program Revitalisasi KB Bunda Dssa Lubuk Sabontan , Disinyalir terjadi Kecurangan , Material bekas dari Pembongkaran langsung diangkut oleh Suami Kepala sekolah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung,

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Unlimited Friendship! Sumatra Pajero Society (SPS) Touring 2026 di Jambi, Satukan Persaudaraan Lintas Sumatra

Berita Terbaru