PETI Menggurita Sejak 1998, Penegakan Hukum Dipertanyakan: Sungai Buluh Terus Digerus Tambang Emas Ilegal Satresnarkoba Polres Tanjab Barat Amankan Seorang Terduga Penyalahguna Narkotika di Betara, Satu DPO Masih Diburu.  Kabar Duka: Mantan Rektor Unja Dua Periode dan Ketua Wantim DPD Golkar Jambi Dr. Kemas Arsyad Somad Wafat Mantan Rektor Unja Dua Periode Kemas Arsyad Somad tutup usia, Tinggalkan Jejak Besar bagi Dunia Pendidikan Jambi Kadis PMD Tanjab Barat Panggil Kades dan Dua BUMDes, Jadi Sorotan Publik

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:07 WIB

Dirut Perumda Tirta Mayang Hadiri Forum Dunia UCLG ASPAC 2026 di Kendari

Kabarseputarjambi.id – KENDARI – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang menghadiri ajang internasional bergengsi United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 6 hingga 10 Mei 2026. Forum berskala global tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi antar daerah serta memperluas jejaring pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan internasional itu diikuti delegasi dari 13 negara dan 27 kota di kawasan Asia Pasifik. Pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau and Asia Pacific Forum sekaligus menjadi sejarah baru bagi Kota Kendari yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional tersebut.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tonggak penting dalam memperkuat eksistensi daerah di tingkat internasional. Menurutnya, forum dunia tersebut tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan investasi, sektor pariwisata, hingga kerja sama lintas sektor di masa mendatang.

Di tengah berlangsungnya forum tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antar daerah, khususnya dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan publik modern.

Dalam keterangannya, Dirut Perumda Tirta Mayang menilai penunjukan Kendari sebagai tuan rumah UCLG ASPAC 2026 merupakan bentuk kepercayaan internasional yang sangat berharga bagi Indonesia, terutama bagi daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang kini mulai mendapat ruang lebih luas dalam percaturan global.

Menurutnya, forum seperti UCLG ASPAC tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial diplomasi antarkota, melainkan telah berkembang menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan perkotaan modern, mulai dari pengelolaan lingkungan, ketahanan air bersih, transformasi pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

BERITA TERKAIT  DPRD Batanghari Gelar Paripurna Penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih

“Forum ini memperlihatkan bahwa daerah memiliki peran yang semakin besar dalam membangun jejaring internasional. Kota-kota di Indonesia kini tidak hanya menjadi objek pembangunan nasional, tetapi juga mulai tampil sebagai subjek yang aktif menawarkan gagasan dan solusi bagi kawasan Asia Pasifik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau serta bentang geografis yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia dinilai memiliki kekayaan budaya, potensi maritim, dan biodiversitas yang menjadi daya tarik global.

Dalam perspektif pembangunan kawasan, pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. Kehadiran delegasi asing di Kendari diyakini dapat memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, promosi investasi, hingga penguatan pelaku UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan forum internasional tersebut diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari diskusi global, pertemuan bilateral antardaerah, promosi dan pameran UMKM, hingga festival budaya yang menampilkan keragaman tradisi Nusantara. Suasana multikultural yang tercipta selama kegiatan berlangsung dinilai menjadi cerminan kuat bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi pusat diplomasi daerah di kawasan Asia Pasifik.

Adapun negara yang turut ambil bagian dalam forum tersebut yakni China, South Korea, Nepal, Malaysia, Philippines, Turkey, India, Bangladesh, Japan, Singapore, Thailand, Maldives, dan Kiribati.

(TIKO)

Share :

Baca Juga

Seputar Jambi

Hadir Ditengah Masyarakat, Kodim 0415/Jambi Bersih-bersih di Batanghari

Batanghari

Salurkan Zakat Ke Ratusan Mustahiq, Bupati Fadhil Arief Buka Program Batang Hari Berzakat

Batanghari

Ketua DPRD Batang Hari, Rahmat Hasrofi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Batanghari

DPRD Batanghari Dorong Pembaruan Database Penerima Bantuan Sosial Melalui Dinas Sosial

Batanghari

Pemkab Batanghari Gelar Gerakan Pangan Murah Tahun 2025

Batanghari

Ketua DPRD Batanghari, Hasrofi Ajak Semua Elemen Dukung Program Batanghari Super Tangguh

Seputar Jambi

Pembangunan Jalan Lingkungan Sungai Rengas Terus Menjadi Sorotan, Kemana Pengawasnya

Batanghari

Fadhil Arief Pimpin Apel Gabungan di Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Panjang