Terbongkar: Judi Togel Beroperasi Terang-Terangan di Samping RAM Desa Panoban, Dikuasai “Bos Tamba” CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA POLRES TANJAB BARAT UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN BESERTA BARANG BUKTI.  Kades Klaim Pekerjaan Belum Selesai, Warga Bantah Tegas: Itu Bohong! Jembatan Gantung Rantau Benar Sudah Rampung Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:07 WIB

Dirut Perumda Tirta Mayang Hadiri Forum Dunia UCLG ASPAC 2026 di Kendari

Kabarseputarjambi.id – KENDARI – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang menghadiri ajang internasional bergengsi United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 6 hingga 10 Mei 2026. Forum berskala global tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi antar daerah serta memperluas jejaring pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan internasional itu diikuti delegasi dari 13 negara dan 27 kota di kawasan Asia Pasifik. Pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau and Asia Pacific Forum sekaligus menjadi sejarah baru bagi Kota Kendari yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional tersebut.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tonggak penting dalam memperkuat eksistensi daerah di tingkat internasional. Menurutnya, forum dunia tersebut tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan investasi, sektor pariwisata, hingga kerja sama lintas sektor di masa mendatang.

Di tengah berlangsungnya forum tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antar daerah, khususnya dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan publik modern.

Dalam keterangannya, Dirut Perumda Tirta Mayang menilai penunjukan Kendari sebagai tuan rumah UCLG ASPAC 2026 merupakan bentuk kepercayaan internasional yang sangat berharga bagi Indonesia, terutama bagi daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang kini mulai mendapat ruang lebih luas dalam percaturan global.

Menurutnya, forum seperti UCLG ASPAC tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial diplomasi antarkota, melainkan telah berkembang menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan perkotaan modern, mulai dari pengelolaan lingkungan, ketahanan air bersih, transformasi pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

BERITA TERKAIT  Bupati Batanghari Hadiri literasi Numerasi ke 1 Tingkat Kabupaten Batanghari

“Forum ini memperlihatkan bahwa daerah memiliki peran yang semakin besar dalam membangun jejaring internasional. Kota-kota di Indonesia kini tidak hanya menjadi objek pembangunan nasional, tetapi juga mulai tampil sebagai subjek yang aktif menawarkan gagasan dan solusi bagi kawasan Asia Pasifik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau serta bentang geografis yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia dinilai memiliki kekayaan budaya, potensi maritim, dan biodiversitas yang menjadi daya tarik global.

Dalam perspektif pembangunan kawasan, pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. Kehadiran delegasi asing di Kendari diyakini dapat memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, promosi investasi, hingga penguatan pelaku UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan forum internasional tersebut diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari diskusi global, pertemuan bilateral antardaerah, promosi dan pameran UMKM, hingga festival budaya yang menampilkan keragaman tradisi Nusantara. Suasana multikultural yang tercipta selama kegiatan berlangsung dinilai menjadi cerminan kuat bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi pusat diplomasi daerah di kawasan Asia Pasifik.

Adapun negara yang turut ambil bagian dalam forum tersebut yakni China, South Korea, Nepal, Malaysia, Philippines, Turkey, India, Bangladesh, Japan, Singapore, Thailand, Maldives, dan Kiribati.

(TIKO)

Share :

Baca Juga

Seputar Jambi

Kadis LH Batanghari Harus Belajar Lagi Jika Ingin Jatuhkan Sanksi, Wajib Pelajari Pasal 82 c Ayat 1 UU Cipta Kerja

Daerah

Bupati Batang Hari Hadiri Pembukaan Tournamen Piala Gubernur Cup Jambi 2024

Daerah

Pembanggunan Kantor Desa lubuk Terab, Gunakan Dana ADD Tahun 2025 belum Rampung

Daerah

Polres Tanjab Barat dan Tujuh Polsek Jajaran Terima Penitipan Kendaraan Motor dan Mobil

Daerah

Pungli di SMA Negeri 7 Tanjab Barat, Disdik terkesan Apatis

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Hadiri Acara Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Maro Sebo Ilir

Seputar Jambi

Terbukti Korupsi, Mantan Kadinkes Batanghari Ditahan Polda Jambi

Batanghari

Anggota DPRD Batang Hari Fraksi Golkar Sampaikan Pandangan Umum Terhadap LKPD Tahun Anggaran 2023