Krisis Air Bersih di Florina Hills, Warga Pertanyakan Distribusi PDAM Muaro Jambi yang Tak Merata Anggaran Jaminan Kesehatan Hampir Rp 62 Miliar Disorot, AWaSI Jambi Dorong Transparansi Razia Grand Club Jambi, Polisi Bawa 22 Orang Positif Tes Urine Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Bentuk Penyegaran Organisasi Kebakaran Lahan di Konsesi PT RHM Lubuk Bernai, Asap Tebal Selimuti Batang Asam

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:07 WIB

Dirut Perumda Tirta Mayang Hadiri Forum Dunia UCLG ASPAC 2026 di Kendari

Kabarseputarjambi.id – KENDARI – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang menghadiri ajang internasional bergengsi United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 6 hingga 10 Mei 2026. Forum berskala global tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi antar daerah serta memperluas jejaring pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan internasional itu diikuti delegasi dari 13 negara dan 27 kota di kawasan Asia Pasifik. Pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau and Asia Pacific Forum sekaligus menjadi sejarah baru bagi Kota Kendari yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional tersebut.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tonggak penting dalam memperkuat eksistensi daerah di tingkat internasional. Menurutnya, forum dunia tersebut tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan investasi, sektor pariwisata, hingga kerja sama lintas sektor di masa mendatang.

Di tengah berlangsungnya forum tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antar daerah, khususnya dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan publik modern.

Dalam keterangannya, Dirut Perumda Tirta Mayang menilai penunjukan Kendari sebagai tuan rumah UCLG ASPAC 2026 merupakan bentuk kepercayaan internasional yang sangat berharga bagi Indonesia, terutama bagi daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang kini mulai mendapat ruang lebih luas dalam percaturan global.

Menurutnya, forum seperti UCLG ASPAC tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial diplomasi antarkota, melainkan telah berkembang menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan perkotaan modern, mulai dari pengelolaan lingkungan, ketahanan air bersih, transformasi pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

BERITA TERKAIT  Kades Pematang Tembesu Diduga Keterlibatan Dalam Usaha Pemecah Batu Ilegal, Melanggar Ketentuan Hukum dan Mengangkangi Negara

“Forum ini memperlihatkan bahwa daerah memiliki peran yang semakin besar dalam membangun jejaring internasional. Kota-kota di Indonesia kini tidak hanya menjadi objek pembangunan nasional, tetapi juga mulai tampil sebagai subjek yang aktif menawarkan gagasan dan solusi bagi kawasan Asia Pasifik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau serta bentang geografis yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia dinilai memiliki kekayaan budaya, potensi maritim, dan biodiversitas yang menjadi daya tarik global.

Dalam perspektif pembangunan kawasan, pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. Kehadiran delegasi asing di Kendari diyakini dapat memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, promosi investasi, hingga penguatan pelaku UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan forum internasional tersebut diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari diskusi global, pertemuan bilateral antardaerah, promosi dan pameran UMKM, hingga festival budaya yang menampilkan keragaman tradisi Nusantara. Suasana multikultural yang tercipta selama kegiatan berlangsung dinilai menjadi cerminan kuat bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi pusat diplomasi daerah di kawasan Asia Pasifik.

Adapun negara yang turut ambil bagian dalam forum tersebut yakni China, South Korea, Nepal, Malaysia, Philippines, Turkey, India, Bangladesh, Japan, Singapore, Thailand, Maldives, dan Kiribati.

(TIKO)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Betuah, Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar Hadiri Sidang Paripurna HUT ke-80 Kota Jambi

Daerah

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Bupati Sampaikan Tanggapan atas Pemandangan Umum Fraksi LKPJ 2025

Daerah

Halal bihalal di kediaman Drs. H. Cek Endra dihadiri para tokoh dan ribuan masyarakat 

Batanghari

BUPATI BATANG HARI MHD. FADHIL ARIEF MENGHADIRI SEKALIGUS MEMBUKA ACARA KEGIATAN BATANG HARI KING CLUB (BHKC)

Daerah

Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

Batanghari

Komite SMAN 7 Batanghari Serahkan Drum Band Secara Simbolis

Batanghari

Dengar Keluhan Warga di Bulan Suci Ramadhan, Kapolsek Marosebo Ulu Gelar Jum’at Curhat

Daerah

Gebrakan Kapolda Jambi Yang Baru, Kasus Korupsi dengan Kerugian Rp21,8 Miliar Berhasil di Ungkap Melalui Ditrekrimsus Polda Jambi