TANJABBAR – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menghebohkan kembali terjadi di Jalan Lintas Timur, tepatnya di wilayah Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, pada Rabu Siang (11/3/2026).
Insiden ini melibatkan truk angkutan batubara jenis tronton tipe 3AS dengan mobil yang diduga merupakan Xania berwarna putih, dan menimbulkan kepanikan besar di kalangan warga setempat dan pengendara lainnya.
Yang membuat insiden ini semakin memanas adalah fakta bahwa truk batubara tipe 3AS yang terlibat telah melanggar aturan resmi yang berlaku. Berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh pihak berwenang di Jambi, truk angkutan batubara jenis 3AS dilarang beroperasi di jalan-jalan umum, termasuk Jalan Lintas Timur, karena dianggap tidak memenuhi standar keselamatan dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur jalan serta risiko kecelakaan yang tinggi.
Selain itu, truk angkutan batubara juga dilarang beroperasi di siang hari untuk mengurangi risiko kecelakaan di jam sibuk lalu lintas. Namun, truk tersebut terlihat beroperasi di siang hari pada saat kejadian, yang menunjukkan pelanggaran ganda terhadap aturan yang ada.
Pasca tabrakan, batu bara yang diangkut truk tumpah deras dan menimbun mobil putih hingga hampir tidak terlihat bentuknya.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur strategis ini terhenti total, menyebabkan kemacetan panjang yang menyulitkan pengguna jalan yang melintas.
Warga yang berada di lokasi kejadian terlihat panik dan berkerumun.
Untuk mengevakuasi mobil yang tertimbun, alat berat excavator diterjunkan ke lokasi kejadian.
Proses evakuasi ini berlangsung dengan hati-hati mengingat kondisi mobil yang terjepit di bawah tumpukan batu bara yang cukup tebal.
Sampai berita ini disiarkan belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian materi yang ditimbulkan.
Pihak kepolisian lalu lintas setempat belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan, namun pelanggaran aturan oleh truk batubara yang terlibat menjadi sorotan utama.
Warga dan pengguna jalan pun menuntut kejelasan dari pihak berwenang terkait insiden ini, serta menuntut agar penegakan aturan terhadap angkutan batubara diperketat demi mencegah terulangnya kejadian serupa yang membahayakan keselamatan masyarakat.











