Kebakaran Lahan di Konsesi PT RHM Lubuk Bernai, Asap Tebal Selimuti Batang Asam Syakira Mart Diduga Langgar Hak Ketenagakerjaan, NIB Usaha Diduga Tidak Sesuai Skala Bisnis Polres Tanjab Barat Sikat Judi Togel di Batang Asam, Satu Pelaku Diamankan Pabrik Kopra di Talang Bakung Terbakar Hebat, 12 Armada Damkar Berjibaku Padamkan Api Waka Polda Jambi Tinjau Posko Terpadu Penanganan Karhutla di Tanjab Barat

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Sidang Korupsi Perumda Tirta Mayang Ungkap Fakta Baru, Pengadaan Bahan Kimia Disebut Berawal Sejak 2020

Kabarseputarjambi.id – JAMBI – Persidangan lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bahan kimia di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi kembali mengungkap fakta baru. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (16/7/2026), majelis hakim mendalami asal-usul kebijakan pengadaan bahan kimia yang kini menjadi objek perkara.

Agenda persidangan kali ini menghadirkan empat orang saksi, terdiri dari tiga pejabat internal Perumda Tirta Mayang dan seorang saksi dari pihak rekanan. Ketiga saksi internal tersebut yakni mantan Direktur Teknik Husein Pancanata, Senior Manajer Eko Wantoyo, serta Plt Supervisor Laboratorium Tahun 2020, Yuli Diansari. Sementara dari pihak swasta dihadirkan Sales Manager PT DKU, Yuni Melyati.

Dalam persidangan, penasihat hukum terdakwa, Dr. Rahman, menyampaikan bahwa mekanisme pengadaan bahan kimia yang dipersoalkan dalam perkara tersebut sejatinya telah dirancang sejak tahun 2020. Menurutnya, kliennya hanya melanjutkan sistem pengadaan yang telah berjalan sebelum dirinya menduduki jabatan di Perumda Tirta Mayang.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu fokus pendalaman majelis hakim. Melalui pemeriksaan para saksi, majelis berupaya mengurai proses awal penyusunan kebutuhan, mekanisme perencanaan, hingga pelaksanaan pengadaan bahan kimia yang digunakan dalam operasional pengolahan air bersih.

Majelis hakim juga menggali peran masing-masing pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan, termasuk pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Persidangan berlangsung cukup panjang hingga menjelang waktu Magrib. Ketua Majelis Hakim kemudian menskors sidang sebelum melanjutkan agenda pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya guna memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian proses pengadaan yang menjadi pokok perkara.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa tiga terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air di Perumda Tirta Mayang untuk periode 2021–2023. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perkara tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp4,45 miliar.

BERITA TERKAIT  Kerap Terjadi Kemacetan di Jembatan Auduri 1, Dirlantas Polda Jambi bersama Stakeholder Survei Penyebab Kemacetan dan Berikan Solusi

Hingga saat ini, proses persidangan masih berada pada tahap pembuktian melalui pemeriksaan saksi-saksi. Keterangan yang disampaikan di hadapan majelis hakim akan menjadi bagian dari alat bukti untuk menilai terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sesuai asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), seluruh terdakwa tetap dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah). Proses persidangan masih terus berlangsung dan putusan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan. (TIKO)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Ajak ASN Tingkatkan Disiplin Kerja dan Waktu Dengan Hati yang Iklas

Batanghari

Bupati Fadhil Beserta Keluarga Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Miftahul Hudal Muara Bulian

Daerah

Ada Apa dengan Pengelolaan Sawit seluas 32 Hektar ,Di Desa Dusun Mudo , Mungkinkah Indikasi Korupsi Oleh Pemerintah Desa.

Seputar Jambi

KPU Batanghari Gelar Sosialisasi, Insan Pers Memiliki Peran Penting Dalam Proses Pemilu

Batanghari

Buka Musda Lembaga Adat Batang Hari 2026, Fadhil Arief: Adat Adalah Benteng Jati Diri Generasi Muda

Daerah

Awali Tahun 2026, Bupati Anwar Sadat Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Anwar

Daerah

Judi Meja Tembak ikan-ikan di Tebing Tinggi diduga Tidak Tersentuh Hukum

Batanghari

Kenal Pamit Ketua Pengadilan Agama Muara Bulian bersama Pemerintah Kabupaten Batang Hari