Krisis Air Bersih di Florina Hills, Warga Pertanyakan Distribusi PDAM Muaro Jambi yang Tak Merata Anggaran Jaminan Kesehatan Hampir Rp 62 Miliar Disorot, AWaSI Jambi Dorong Transparansi Razia Grand Club Jambi, Polisi Bawa 22 Orang Positif Tes Urine Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Bentuk Penyegaran Organisasi Kebakaran Lahan di Konsesi PT RHM Lubuk Bernai, Asap Tebal Selimuti Batang Asam

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Senin, 8 September 2025 - 01:44 WIB

Warga Desa Dusun Mudo,Minta Aparat Penegak Hukum Audit Keuangan Desa

KABARSEPUTARJAMBI.ID – Sejumlah warga Desa Dusun Mudo,Kecamatan Muara Papalik,Kabupaten Tanjab Barat,minta Aparat Penegak Hukum lakukan Audit Keuangan Desa terutama Pendapatan Asli Desa.(PAD) Yang bersumber Dari Kebun Sawit TKD seluas 32 Hektar, Bagi Hasil BUMDesa yang bergerak usaha Pupuk Kompos dan Retribusi lainnya.

 

Salah satu Warga Desa Dusun Mudo inisial A menjelaskan Kebun Sawit TKD seluas 32 Hektar tersebut,Bikan keseluruhan milik dari Pemerintah Dssa namun adanya Juga Hak Kepemilikan Masjid dan Pemuda,namun saat Kepemimpinan Anggi selaku Kades ,diamanahkan kepada Pihak Dssa sebagai Pengelola Kebun,” 32 Hektar tersebut bukan semuanya Milk Desa,tapi ada juga hak Milik Masjid,dan Pemuda,”.Ucapnya.

 

Lanjutnya,pada Masa Kepemimpinan. Anggi Pengelolaannya Transparan, dan selalu ada Laporan Keuangan terperinci sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai Pengelola,'”Warga cuma minta Pertanggung Jawaban Pemerintah Desa selaku Pengelola,kalau begini caranya wajar saja kalau Masyaakat Menuding ada Penyelewengan,”Ujarnya.

 

Nara Sumber lain yang enggan Namanya juga di tulis membeberkan Kebun Sawit, seluas 32 Hektar yang dikelola oleh Pemerintah Desa Dusun Mudo,Kepemilikannya terdiri Dari Pemuda Karang Taruna 20 Hektar, Masjid 2 Hektar,Madrasah 2 Hektar,PKK 2 Hektar dan Desa sebanyak 8 Hektar, Kepemilikannya Sah tersendiri ,dimana Pada Masa itu Pihak PT CKT langsung memberikan kemasing- masing pengurus, lantaran dalam pengelolaan diserahkan kepada Pemerintah Desa Dusun Mudo, bukan berarti itu Hak Milik Desa,” Pemerintah Desa seharusnya secara terbuka memberikan laporan sebagai bentuk Tanggung Jawab,,”Cetusnya.

 

Ia juga heran dengan Pemerintah Desa sekarang terlalu banyak Polemik bukan hanya Masalah TKD akan tetapi juga BUMDesa yang bermasalah dengan Keuangan,Informasinya ada Uang sekitar 101 Juta yang tak bisa dipertanggung jawabkan dan ada Piutang pemerintah Desa dan Pengurus BUMdesa yang juga belum terbayar,” lihat sendiri BUMDesa yang dulu sangat Gendut,sekarang Kurus lantaran pengelolaan Keuangan yang Ambradul,” Ujarnya lagi.

BERITA TERKAIT  Tari Massal Khatulistiwa Meriahkan HUT PGRI Ke-77 di SMAN 7 Batanghari

 

Tokoh Masyarakat ini juga meminta pihak Inspektorat atau penegak Hukum lainnya mengaudit Keuangan BUMDesa dan Keuangan Desa, sebab diduga ada Penyelewengan Anggaran yang amat Pantastis.” Warga sangat berharap Instansi terkait mengambil Tindakan nyata terkait adanya Dugaan penyelewengan Keuangan secara Jamaah,” Tutupnya

 

Sementara itu Kepala Desa Dusun Mudo , Iskandar ,belum bisa dimintai keterangan terkait persoalan ini.

 

Salah satu Staf Desa Hengki melalui Via telpon membantah jika pemerintah Desa tak memberikan Laporan kepada Pemilik Kebun sawit,baik itu pengurus Karangan Taruna,Masjid,PKK,dan Juga Pihak Madrasah secara Transparan dan dilakukan 6;Bulan sekali,”:Pihak Desa selalu sampaikan sebagai bentuk Tanggung Jawab hanya saja kita memberikan Laporan 2 Kali dalam Setahun ,” Terangnya.

 

Lanjutnya, Kebun sawit seluas 32 Hektar tersebut tidak dikelola oleh Pemerintah Desa melainkan sudah diKontrakan pada Pihak Ketiga sebesar 26,500.000 Setiap Bulannya , selama 5;Tahun ,” pada Masa Kades terdahulu ( Anggi_ Red) sudah diKontrakan , kita hanya melanjutkan dari Pemerintah yang terdahulu,” Imbuhnya mengakhiri.

Share :

Baca Juga

Batanghari

Wabup Bakhtiar Buka Langsung Musrenbang RKPD Kabupaten Batanghari Tahun 2025 Lewat Zoom Meeting

Daerah

Dinas PMD akan panggil kadis teluk pengkah, terkait dugaan korupsi dan nepotisme 

Batanghari

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari M. Firdaus, berharap Direktur Utama PT Super Home Production Indonesia

Batanghari

Wakil Bupati Bakhtiar Beserta Keluarga Ikuti Sholat Ied Adha di Masjid Al Barokah Teratai, Muara Bulian

Daerah

Ancam Keselamatan Warga, Gudang BBM Diduga Ilegal di Alam Barajo Belum Tersentuh Penindakan

Batanghari

Warga Sungai Lingkar Ditemukan Tidak Jauh Dari Lokasi Tenggelam

Daerah

Dugaan Penimbunan Gas Subsidi 3 Kg Marak di Tanjabbar, Oknum Warga Suban Inisial B Disebut-sebut Biang Kerok

Daerah

Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta