Terbongkar: Judi Togel Beroperasi Terang-Terangan di Samping RAM Desa Panoban, Dikuasai “Bos Tamba” CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA POLRES TANJAB BARAT UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN BESERTA BARANG BUKTI.  Kades Klaim Pekerjaan Belum Selesai, Warga Bantah Tegas: Itu Bohong! Jembatan Gantung Rantau Benar Sudah Rampung Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:41 WIB

CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA

TANJAB BARAT – Dugaan pembengkakan harga atau mark up pada proyek rehabilitasi jembatan gantung Desa Rantau Benar, Kecamatan Renah Mandaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) hampir mencapai Rp78 juta, kini semakin memicu tanda tanya besar. Pasalnya, penilaian yang disampaikan Camat Renah Mandaluh, Bambang Hermanto, dinilai sangat bertentangan dengan fakta nyata yang ada di lapangan.

 

Saat dikonfirmasi awak media terkait kesesuaian nilai anggaran dengan hasil pekerjaan yang terlihat sangat minim—hanya penggantian 2 plat lantai dan beberapa sling baja—Camat justru menilai anggaran tersebut sudah wajar dan sesuai. Padahal, setelah diminta meninjau lokasi oleh Kepala Dinas PMD M. Nasir, pihak desa hanya terlihat menambahkan pekerjaan berupa pengecatan saja sebagai bentuk perbaikan tambahan.

 

Menanggapi hal tersebut, Camat Bambang Hermanto menyampaikan pendapatnya secara terbuka.

“Kalau masalah anggaran, kalau pekerjaan sudah selesai semua, finik begitu ya sudah sesuai lah. Kalau belum selesai baru tidak sesuai,” ujar Camat saat dihubungi.

 

Pernyataan ini dianggap sangat janggal dan jauh dari kenyataan. Fakta di lapangan membuktikan bahwa jembatan tersebut memang sudah rampung dikerjakan, namun pekerjaannya sangat ringan dan sederhana, yang secara hitungan kasar nilainya tidak mungkin menyentuh angka puluhan juta rupiah, apalagi mendekati Rp78 juta.

 

Kades Nyalim Langsung Blokir Nomor WA Media

 

Sementara itu, setelah mendapatkan pembelaan dari Camat Bambang Hermanto, sikap Kepala Desa Rantau Benar, Nyalim, justru semakin tertutup. Ia diketahui langsung memblokir nomor WhatsApp awak media, sehingga tidak bisa lagi dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Padahal, sebelumnya Nyalim sempat mengakui kepada salah satu jurnalis dari Merlung bahwa ia sengaja mengurangi jumlah material yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengurangan tersebut secara terang-terangan dialihkan untuk keperluan biaya lain yang tidak ada dalam perencanaan awal.

BERITA TERKAIT  Anggota DPRD Komisi lll kabupaten Batang Hari Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Merangin

 

Kadis PMD Berjanji Panggil Kades, Terkendala Kesibukan

 

Merespons berbagai kejanggalan dan fakta yang terus terungkap, Kepala Dinas PMD Tanjab Barat, M. Nasir, berjanji akan memanggil Kepala Desa Nyalim untuk meminta pertanggungjawaban secara resmi. Namun, pertemuan tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena jadwal yang padat.

 

“Kami jadwalkan ya, karena saat ini sedang padat kegiatan. Minggu depan ada rapat paripurna dan pansus di DPRD,” ujar Nasir saat dikonfirmasi.

 

Masyarakat berharap pemanggilan yang dijanjikan ini benar-benar serius dan tidak sekadar formalitas belaka, mengingat bukti-bukti penyimpangan dan pengakuan yang sudah sangat nyata. Redaksi akan terus mengawal proses ini hingga ada kejelasan yang transparan dan akuntabel.

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup Katamso Pimpin Apel Rutin Pagi di Sekretariat Daerah

Daerah

Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa Pembatang Tembesu Mulai Mencuat,Warga Berharap APH Lakukan Auidt

Batanghari

Asisten I Setda Batanghari Hadiri Pembukaan MTQ di Desa Singkawang

Seputar Jambi

Gunakan Dana DAK 2022, Pembangunan Fasilitas Sekolah di Batanghari Diduga Tidak Sesuai RAB

Batanghari

Waka DPRD Batanghari Minta Dinsos dan Satpol-PP Lakukan Pembinaan Kepada SAD

Daerah

Bukber di Masjid Nurul Huda, Ketua DPRD Hamdani Serahkan Sembako untuk Warga Kampung Baru

Daerah

Koperasi Ketam Putih Diduga Menggelapkan Dana PPKM 20% Dari Perusahaan Rudi Agung.

Seputar Jambi

Melalui Jum’at Curhat, Polsek Marosebo Dengarkan Keluhan Warga