Anggaran Desa Tak Terbuka, Kades Lubuk Terap M. Zuhkri alias Ntok Jadi Sorotan Tajam Warga FORPASOS Desak Kejagung Usut Dugaan Kejahatan Korporasi PTPN IV, Minta Komisi VI dan XII DPR RI Gelar RDP GAPEMBI Jambi Bergerak! Satukan Mitra Dapur, Petani, dan UMKM Demi Suksesnya Program Makan Bergizi Gratis bupati fadhil hadiri pengukuhan ketua dan pengurus dharma wanita persatuan Bupati Fadhil Arief Sambut Baik Program Kerja yang Disampaikan BKKBN Provinsi Jambi

Home / Daerah / Tanjab Barat

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:13 WIB

Dugaan Adanya Indikasi Penyelewengan Keuangan Desa,Warga Desa Muntialo Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas 

JAMBI – Terkait adanya Dugaan Korupsi Dana Desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Muntialo,Kecamatan Betara,Kabupaten Tanjab Barat,Warga minta Aparat Penegak Hukum lakukan Tindakan terutama terkait Pengelolaan Keuangan Desa serta Adanya Mark Up Anggaran Sub Bidang Pembangunan, warga menduga M.Nasir selaku Kepala Desa memanipulasi Rancangan Anggaran Belanja ( RAB ) terutama dalam hal penggunaan Material yang tak sinkron , dimana Jika didalam RAB membutuhkan Semen sebanyak 150 sak, akan tetapi digunakan sebanyak 100 sak hal ini terbukti beberapa banggunan pisik sudah mengalami kerusakan,padahal jika mengacu pada RAB tentu Mutu,Kualitas,Kuantitas akan kokoh, ditambah lagi Harga Satuan Barang yang tercantum dalam RAB terlalu Tinggi sehingga menguntungkan Pribadi Kades.

 

Salah satu warga yang berinisial M menyampaikan Dalam hal pengelolaan Keuangan Desa,Kades tak Transparan serta menyampingkan keterlibatan warga, padahal jika mengacu pada Program. swakelola tentu ini suatu kesalahan, dan disinyalir Kades mempunyai itikad Jahat dalam mengelola Keuangan Desa,” Warga hanya dijadikan sebagai Tameng dalam Program Swakelola ini apalagi terkait masalah Keuangan,sama sekali tak dilibatkan ?*Ungkapnya.

 

Lanjutnya lagi , M.Nasir selaku Kades sangat diktator jika warga yang mengkritik dan Memberikan saran dianggap orang yang menghambat Pembangunan Desa,hala ini dilakukannya aga tak ada pengawasan dari warga sehingga warga apatis terhadap terhadap pembangunan yang ada ,” warga tak terlibat lantaran tak dilibatkan jika warga member masukan dianggap menghambat Pembangunan Desa, padahal ini semua Modus ” Ucapnya yakin.

 

Seperti Pengerasan Jalan di RT 06 yang mengunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan warga lantaran Anggaran yang begitu besar akan tetapi hasilnya tak maksimal ,” Warga menyakini ada Mark Up dalam pengerasan jalan di R 06″ Terangnya.

BERITA TERKAIT  Camat Pemayung Sambut Kedatangan Tim Milir Berakit Dari Sarolangun Tujuan Kota Jambi

 

Terpisah Kades Muntialo,M.Nasir saat dihubungi Lewat Via What’s App menyampaikan jika pengerasan jalan d RT 06 sudah sesuai Spek namun saat ditanya berapa Volume dan Anggaran,beliau menyatakan lupa dan terkesan meutupi hal tersebut,” asudah sesuai Spek kerja, Masalah Anggaran dan Volume saya lupa, ” Katanya menutup Percakapan.

 

Warga Desa Muntialo,Meminta Aparat penegak Hukum Mengaudit Keuangan Desa Muntialo selama dijabat M.Nasir terutama yang berkaitan adanya Manipulasi Anggaran Pada RAB setiap pembangunan,” Warga minta APH bertindak dan melakukan Audit Keuangan karena sejauh ini dianggap telah merugikan keuangan Desa”,Tutupnya.

(Yogi kardila)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gawat! Merasa Diabaikan Pemkab Tanjab Barat, Kelompok Tani Mandiri Akan Gelar Aksi Demo Besar-Besaran

Batanghari

DPRD Kabupaten Batang Hari Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Batanghari

Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Hadiri Sosialisasi Sertifikat serta Redistribusi Tanah

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Cup Jambi Tahun 2025

Batanghari

Pembangunan Gedung di Balai Pertanian Marosebo Ulu Tidak Sesuai Spek, Kabid : Kita Sudah Bayar Pengawas

Batanghari

DPRD Batang Hari Dengan Senang Hati Menerima Orasi Aksi Damai F-SPTI Muatiara Rengas Makmur 

Batanghari

Rapat Perdana DPRD Dipimpin Oleh Ketua DPRD Anita Yasmin di Dampingi wakil Ketua M.Jaafar

Batanghari

Kasus Pembunuhan Syifa Di Batanghari Belum Terungkap, Masyarakat Berbondong-Bondong Galang Dana Untuk Keadilan