Pengacara Gusfa Wendri, S.H. Resmi Bergabung dengan PSI, Optimistis Romi Hariyanto Bawa Perubahan di Jambi Di Mana Kerugian Keuangan Negara?” PH Tantang Dasar Audit BPKP dalam Kasus Tirta Mayang Momon Sukmana Dilaporkan ke Kejati Jambi, JANJI Soroti Temuan BPK Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Diduga Syakira Mart beroperasi tak kantogi Izin serta abaikan Undang- Undang Kemenaker  Diduga Bawa 10.000 Liter Minyak Solar Ilegal, Tangki Bertuliskan PT Rajawali Wira Sinergi Terekam Melintas di Jambi

Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 11 Juni 2024 - 18:10 WIB

Pembangunan Kolam Ikan Ketahanan Pangan Tidak Melibatkan TPK

BATANGHARI – Penggunaan Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan dalam rangka pemulihan ekonomi di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari diduga tidak berjalan dengan baik.

Program ini, yang seharusnya mensejahterakan masyarakat dan menggerakkan perekonomian Desa, diduga kuat mengalami penyimpangan, untuk kepentingan pribadi oknum bendahara Desa.

Selain itu, Pembangunan Kolam Ikan Ketahanan pangan tersebut di kelola oleh pihak ketiga.

Pembangunan Kolam Ikan yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2024 di RT 09 tersebut berjumlah Rp. 183.578.580 untuk program ketahanan pangan.

Kegiatan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) itu sebanyak 10 kolam dengan membudidaya ikan Nila.

Namun, sangat disayangkan, dalam hal ini Tim Pelaksana Kegiatan tidak dilibatkan pada program ketahanan pangan ini, Selasa (11/06/2024).

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Kamal saat dikonfirmasi menyampaikan jika dirinya tidak dilibatkan dalam kegiatan pembangunan kolam ikan dalam program ketahanan pangan itu.

“Saya tidak tahu kegiatan ketahanan pangan tersebut, saya cuma atas nama saja TPK. Untuk semua urusan bukan ke saya,” Sebutnya.

Dirinya menyebutkan, bahwa mulai dari awal pekerjaan dirinya tidak terlibat apa-apa.

“Untuk pembelian material pembangunan kolam juga saya tidak tahu menahu karena saya tidak dilibatkan,” Ujarnya dengan nada kecewa.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota kelompok saat dijumpai dilokasi, dia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah dipantau oleh Tim Pelaksana Kegiatan.

“Mulai dari awal hingga selesai Kegiatan Pembangunan ini, tidak ada terlihat tim pelaksana kegiatan, mungkin nunggu selesai baru serah terima dengan Ketua TPK,” Sebutnya.

Dia menjelaskan, keberadaan tim pelaksana kegiatan tidak dilibatkan karena materialnya sudah disiapkan oleh bendahara Desa.

“Jika kami ada keperluan, kami minta kebutuhan material sama bendahara, apapun kekurangan kami dengan bendahara lah. bendahara lah yang mengawasi pekerjaan ini,” Ucapnya.

BERITA TERKAIT  Wabup Bakhtiar Ikuti Launching CSIRT bersama Badan Siber dan Sandi Negara : Batang Hari Kabupaten pertama penerapan CSIRT di Provinsi Jambi.

Selain itu, pekerjaan tersebut diduga dikelola oleh pihak ketiga pada pembangunan kolam ikan sebanyak 10 kolam.

“Pembuatan kolam ikan dikerjakan oleh orang Bulian, kami disini cuma terima lah jadi,” Tuturnya.

Sementara, pihak ke tiga yang mengerjakan pekerjaan tersebut Yanto menuturkan jika mereka bekerja hanya 4 orang dengan sistem harian.

“Kami pekerja dari Bulian, datang kesini berulang bang dengan gaji harian Rp 100.000, yang bayar gaji kami orang Bulian bang,” Tutur Yanto saat dikonfirmasi.

Terpisah, Bendahara Desa Tebing Tinggi saat dijumpai di lokasi menyebutkan, jika ketua TPK memang belum ada melihat lokasi kegiatan pembangunan.

“Dia waktu di pelatihan kagek baru datang, yang jelas dia siap terima,” Sebutnya.

Share :

Baca Juga

Batanghari

Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Keterangan Pelaku Pelaku Pembunuhan Rustam Sibarani Dalam Rekontruksi

Daerah

Judi Meja Tembak ikan-ikan di Tebing Tinggi diduga Tidak Tersentuh Hukum

Hukum & Kriminal

Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Dimulai, Berikut Pernyataan Penggugat Hingga Tergugat

Daerah

Galian Batu Milik Perusahaan PT. Bukit Kausar Menuai Sorotan Publik.

Daerah

Truk Batubara Tonase Tinggi: Ancaman Maut Di Jalan Lintas Timur Jambi-Riau

Daerah

Kepsek Bungkam, Dugaan Mark Up Proyek Revitalisasi SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat Mencuat

Daerah

Diduga Mafia Lahan Sulap Hutan Kawasan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Renah Mandaluh, Aktivis Akan Lapor ke Pihak Berwenang hingga Ke KPK RI

Daerah

Tampa Safety ,Pekerja PT DAS Meninggal Menganaskan,Minta Kapolres Tanjab Barat Usut Tuntas