TEGAS BANTAH! Kades Rawa Medang: Honor Guru Ngaji Dibayar Penuh, Anggaran Sah, Proyek Sesuai Aturan Benih Lobster Senilai Rp7,18 Miliar Diamankan Polresta Jambi, Lokasi dan Jadwal Masih Misterius GBRK Laporkan Dugaan Korupsi Rehab Masjid Agung Tanjabtim ke KPK, Desak Kasus Rp 20 Miliar Diambil Alih Pemkab Batang Hari Gelar Upacara Harlah Pancasila 2026, Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Pria Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Pondok Kebun, Polisi Lakukan Penyelidikan

Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 11 Juni 2024 - 18:10 WIB

Pembangunan Kolam Ikan Ketahanan Pangan Tidak Melibatkan TPK

BATANGHARI – Penggunaan Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan dalam rangka pemulihan ekonomi di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari diduga tidak berjalan dengan baik.

Program ini, yang seharusnya mensejahterakan masyarakat dan menggerakkan perekonomian Desa, diduga kuat mengalami penyimpangan, untuk kepentingan pribadi oknum bendahara Desa.

Selain itu, Pembangunan Kolam Ikan Ketahanan pangan tersebut di kelola oleh pihak ketiga.

Pembangunan Kolam Ikan yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2024 di RT 09 tersebut berjumlah Rp. 183.578.580 untuk program ketahanan pangan.

Kegiatan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) itu sebanyak 10 kolam dengan membudidaya ikan Nila.

Namun, sangat disayangkan, dalam hal ini Tim Pelaksana Kegiatan tidak dilibatkan pada program ketahanan pangan ini, Selasa (11/06/2024).

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Kamal saat dikonfirmasi menyampaikan jika dirinya tidak dilibatkan dalam kegiatan pembangunan kolam ikan dalam program ketahanan pangan itu.

“Saya tidak tahu kegiatan ketahanan pangan tersebut, saya cuma atas nama saja TPK. Untuk semua urusan bukan ke saya,” Sebutnya.

Dirinya menyebutkan, bahwa mulai dari awal pekerjaan dirinya tidak terlibat apa-apa.

“Untuk pembelian material pembangunan kolam juga saya tidak tahu menahu karena saya tidak dilibatkan,” Ujarnya dengan nada kecewa.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota kelompok saat dijumpai dilokasi, dia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah dipantau oleh Tim Pelaksana Kegiatan.

“Mulai dari awal hingga selesai Kegiatan Pembangunan ini, tidak ada terlihat tim pelaksana kegiatan, mungkin nunggu selesai baru serah terima dengan Ketua TPK,” Sebutnya.

Dia menjelaskan, keberadaan tim pelaksana kegiatan tidak dilibatkan karena materialnya sudah disiapkan oleh bendahara Desa.

“Jika kami ada keperluan, kami minta kebutuhan material sama bendahara, apapun kekurangan kami dengan bendahara lah. bendahara lah yang mengawasi pekerjaan ini,” Ucapnya.

BERITA TERKAIT  Ketua Umum PSSI Provinsi Jambi Hadiri Acara Match Day Football

Selain itu, pekerjaan tersebut diduga dikelola oleh pihak ketiga pada pembangunan kolam ikan sebanyak 10 kolam.

“Pembuatan kolam ikan dikerjakan oleh orang Bulian, kami disini cuma terima lah jadi,” Tuturnya.

Sementara, pihak ke tiga yang mengerjakan pekerjaan tersebut Yanto menuturkan jika mereka bekerja hanya 4 orang dengan sistem harian.

“Kami pekerja dari Bulian, datang kesini berulang bang dengan gaji harian Rp 100.000, yang bayar gaji kami orang Bulian bang,” Tutur Yanto saat dikonfirmasi.

Terpisah, Bendahara Desa Tebing Tinggi saat dijumpai di lokasi menyebutkan, jika ketua TPK memang belum ada melihat lokasi kegiatan pembangunan.

“Dia waktu di pelatihan kagek baru datang, yang jelas dia siap terima,” Sebutnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Lakukan Kecurangan dengan Gunakan Banyak Barcode di SPBU, Ditreskrimsus Polda Jambi Amankan Sopir TrukĀ 

Hukum & Kriminal

Raden Pahmi Jawab Soal Tudingan Penipuan, Berikut Klarifikasinya

Daerah

Diduga Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tungkal Ulu Tertutup dalam Penggunaan Dana BOS

Daerah

Koperasi Ketam Putih Diduga Menggelapkan Dana PPKM 20% Dari Perusahaan Rudi Agung.

Daerah

Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa Purwodadi, Warga Minta APH Bertindak

Daerah

Aktivitas Ilegal Pemecah Batu di Pematang Tembesu: Pemilik Usaha Arogan, Kades Mengaku Tak Tahu, Kapolres Bertindak!

Daerah

Viral! Siswi SMP di Kota Jambi jadi Korban Perundungan, Disundut Rokok Hingga Disiram Minuman

Daerah

Awali Tahun 2026, Bupati Anwar Sadat Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Anwar