DARURAT BIROKRASI MUBA KALA LHP BPK HANYA JADI “KERTAS BEKAS” DI TANGAN ELITE Ancam Keselamatan Warga, Gudang BBM Diduga Ilegal di Alam Barajo Belum Tersentuh Penindakan Pelantikan Ketua BPD Desa Lubuk Bernai  5 Juni 2026 Di Hadiri Camat Batang Asam TEGAS BANTAH! Kades Rawa Medang: Honor Guru Ngaji Dibayar Penuh, Anggaran Sah, Proyek Sesuai Aturan Benih Lobster Senilai Rp7,18 Miliar Diamankan Polresta Jambi, Lokasi dan Jadwal Masih Misterius

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26 WIB

TINJAUAN TEGAS: USAHA PEMECAH BATU DIDUGA ILEGAL DESA PEMATANG TEMBESU – PERIZINAN TIDAK ADA, DAMPAK MEMATIKAN, DAN DINAS LINGKUNGAN BUNGKAM!

 

Desa Pematang Tembesu, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi titik panas setelah usaha pemecah batu ilegal yang menggunakan alat berat stone crusher dan excavator terkuak.

 

Usaha yang jelas bukan skala kecil-kecilan ini menusuk ke jantung perhatian publik karena tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak kesehatan masyarakat dan menyalahgunakan BBM subsidi. (19/1/2026)

 

Semua pihak yang dimintai pendapat memberikan tanggapan negatif tajam. Usaha semacam ini wajib memiliki izin resmi yang lengkap untuk mengantisipasi dampak buruk.

 

Menurut pengamat lingkungan, jika pemerintah dan kepolisian tidak bertindak tegas, konsekuensinya bukan hanya kerusakan alam, tetapi juga munculnya penyakit yang akan menjangkiti warga sekitar. Selain itu, tidak menutup kemungkinan operasinya menggunakan BBM subsidi – sebuah pelanggaran hukum yang tidak bisa ditolerir.

 

Berita tentang kasus ini sebenarnya sudah beberapa kali diterbitkan media lokal. Kapolsek Tungkal Ulu memberikan respon positif: “Siap bang terimakasih akan di cek dan di infokan ke Polres dan pihak berwenang.” Ujar AKP Windy

 

Namun, respons yang berbeda terjadi pada Kasi Kepengawasan Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Barat, Hilman. Meskipun wartawan melakukan konfirmasi berkali-kali melalui WhatsApp dan telepon, ia tetap diam tanpa kata sepatah pun.

 

Sikap bungkam ini mengundang pertanyaan tajam: Apakah Hilman benar-benar memiliki komitmen untuk melindungi lingkungan Tanjab Barat, atau hanya menjalankan tugas secara formal tanpa peduli pada kesehatan lingkungan yang seharusnya menjadi misi utama dinasnya? Diamnya ia seakan menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat!

BERITA TERKAIT  Diduga Tabung Gas Meledak, Sebuah Rumah Di Sengkati Kecil Terbakar

Share :

Baca Juga

Seputar Jambi

Proyek Senilai 27 M Dikerjakan Asal-asalan, Keamanan Proyek Intimidasi Wartawan

Daerah

Meninggalnya Karyawan PT DAS ,Pihak Manajemen Diam Seribu Bahasa ? 

Seputar Jambi

Tambang dan Stokpile Batubara di Tebo Ilir Diduga Cemari Sungai

Daerah

Tongkang Batu Bara Tabrak Besi Jembatan Aurduri

Daerah

Miris !! Diduga Bendahara Dinas DP3A Sarolangun Gelapkan Dana Angsuran Nasabah Bank DUMI Sarolangun 

Batanghari

Hadiri Pelepasan Siswa dan Pentas Seni SMPN 9 Batanghari, Ini Harapan Kadis PDK Zulpadli

Batanghari

PT Tambang Bukit Tambi Salurkan CSR, Pj Kades Padang Kelapo Apresiasi Perusahaan

Batanghari

Rahmad Hasrofi Sambut Kedatangan KPU Batanghari, Penyerahan Laporan Pilkada Serentak