Bungkamnya Disnaker Tanjab Barat , terhadap Pengusaha Syakira Mart , Ada Apa. ? Masyarakat minta Bupati ambil Tindakan  Diduga Angkut Minyak Ilegal, Mobil PT Kasih Karunia Raharja Tak Berhenti Saat Hendak Dikonfirmasi Resmi Dilantik, Raden Abdul Latif Pimpin GAN Jambi, Bidik Konsolidasi 11 Kabupaten/Kota Aroma Korupsi Dana Revitallisasi SD 066 Tanjab Barat , terlihat jelas ,  Kepsek SD Negeri 195 Tanjab Barat, Bantah Gunakan Material Seng dalam Program Revitalisasi SD Tahun 2026

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26 WIB

TINJAUAN TEGAS: USAHA PEMECAH BATU DIDUGA ILEGAL DESA PEMATANG TEMBESU – PERIZINAN TIDAK ADA, DAMPAK MEMATIKAN, DAN DINAS LINGKUNGAN BUNGKAM!

 

Desa Pematang Tembesu, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi titik panas setelah usaha pemecah batu ilegal yang menggunakan alat berat stone crusher dan excavator terkuak.

 

Usaha yang jelas bukan skala kecil-kecilan ini menusuk ke jantung perhatian publik karena tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak kesehatan masyarakat dan menyalahgunakan BBM subsidi. (19/1/2026)

 

Semua pihak yang dimintai pendapat memberikan tanggapan negatif tajam. Usaha semacam ini wajib memiliki izin resmi yang lengkap untuk mengantisipasi dampak buruk.

 

Menurut pengamat lingkungan, jika pemerintah dan kepolisian tidak bertindak tegas, konsekuensinya bukan hanya kerusakan alam, tetapi juga munculnya penyakit yang akan menjangkiti warga sekitar. Selain itu, tidak menutup kemungkinan operasinya menggunakan BBM subsidi – sebuah pelanggaran hukum yang tidak bisa ditolerir.

 

Berita tentang kasus ini sebenarnya sudah beberapa kali diterbitkan media lokal. Kapolsek Tungkal Ulu memberikan respon positif: “Siap bang terimakasih akan di cek dan di infokan ke Polres dan pihak berwenang.” Ujar AKP Windy

 

Namun, respons yang berbeda terjadi pada Kasi Kepengawasan Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Barat, Hilman. Meskipun wartawan melakukan konfirmasi berkali-kali melalui WhatsApp dan telepon, ia tetap diam tanpa kata sepatah pun.

 

Sikap bungkam ini mengundang pertanyaan tajam: Apakah Hilman benar-benar memiliki komitmen untuk melindungi lingkungan Tanjab Barat, atau hanya menjalankan tugas secara formal tanpa peduli pada kesehatan lingkungan yang seharusnya menjadi misi utama dinasnya? Diamnya ia seakan menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat!

BERITA TERKAIT  Paripurna LKPJ Bupati, DPRD Batang Hari Berikan Catatan dan Rekomendasi

Share :

Baca Juga

Batanghari

Kenal Pamit Ketua Pengadilan Agama Muara Bulian bersama Pemerintah Kabupaten Batang Hari

Batanghari

Ketua DPRD Batanghari Anita Yasmin Tanggapi Rencana Pembentukan BUMD Migas Dan Batubara.

Batanghari

DPRD Batanghari Minta Pemkab Batang Hari Optimalkan PAD

Daerah

Truk Batubara Tonase Tinggi: Ancaman Maut Di Jalan Lintas Timur Jambi-Riau

Daerah

Kombes Pol Adi Benny Cahyono Resmi Jabat Dirlantas Polda Jambi, Ini Profil Lengkapnya

Seputar Jambi

Antusias Peserta Pecah Ikuti Seminar Nasional HIMASTE kolaborasi HIMAKOJA

Batanghari

DPRD Batang Hari Minta Dinas Disbunak Buat Program Antisipasi Penyakit Menular

Batanghari

Malam Ini, Buya Yahya Waloni Isi Tabligh Akbar di Masjid Nurussholihin Simpang Sungai Rengas