Temuan Kelebihan Bayar Rp 6,27 Miliar Dilaporkan ke Kejati, JANJI Pertanyakan Alasan Menunggu Penagihan Inspektorat Aksi Nyata Lawan Dampak Kabut Asap dan Udara Tercemar, DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Provinsi gandeng Dinkes Kota Jambi, Dinkes Provinsi Jambi, JBC dan Katalog dengan Membagikan Ribuan Masker Polisi Bergerak Cepat Tangani Kebakaran 8 Rumah di Sungai Nibung, Jindi South Jambi B Bersama Pemuda Mudik Bersatu Bagikan Masker di Pasar Sungai Rengas Unlimited Friendship! 11 Tahun Sumatra Pajero Society, Soliditas dan Persaudaraan Jadi Kekuatan

Home / Daerah / Hukum & Kriminal / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:18 WIB

Kepsek Bungkam, Dugaan Mark Up Proyek Revitalisasi SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat Mencuat

Tanjab Barat – Proyek revitalisasi SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat senilai Rp 3 miliar lebih yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2025, kini menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan mark up dalam proyek pembangunan ruang kelas baru yang seharusnya rampung dalam 180 hari kerja, dimulai sejak 13 Agustus 2025.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan progres pembangunan yang berjalan, namun sejumlah pihak mempertanyakan transparansi anggaran. Dugaan mark up mencuat setelah adanya indikasi ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dengan nilai yang tertera dalam papan informasi proyek.

 

Ketika dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat memilih bungkam. Upaya untuk mendapatkan klarifikasi terkait dugaan mark up ini belum membuahkan hasil. Sikap diam sang kepala sekolah justru menimbulkan spekulasi dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat serta pemerhati pendidikan di Jambi.

 

“Kami sangat menyayangkan sikap kepala sekolah yang tidak terbuka. Sebagai lembaga pendidikan, seharusnya ada transparansi anggaran agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

 

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mark up ini. Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit dan investigasi mendalam terhadap proyek revitalisasi SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat.

 

Jika terbukti ada mark up, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh kepala sekolah dan pejabat terkait agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran negara. Pendidikan yang berkualitas harus didukung dengan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

BERITA TERKAIT  Viral! Siswi SMP di Kota Jambi jadi Korban Perundungan, Disundut Rokok Hingga Disiram Minuman

Share :

Baca Juga

Daerah

MWC NU Tungkal Ulu Gelar Pengajian Rutin Bulanan Serta Serahkan Bantuan Kepada Anak Yatim dan Kaum dhuafa

Batanghari

Bupati Mhd Fadhil Arief membuka MTQ Tingkat Kabupaten Batanghari ke-53 di Kecamatan Mersam

Batanghari

DPRD Batanghari Dorong Peningkatan Pengawasan Bantuan UMKM dan Program Operasi Pasar

Daerah

Proyek Revitalisasi SD Negeri 066 Tanjab Barat Rp656 Juta Dipertanyakan: Anggaran Rehab Gedung & Bangun Toilet Dinilai Tidak Masuk Akal

Batanghari

Keluarga Besar PT. VAT Mengucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Batanghari

Pemkab Batang Hari Menjamu Pers United Laga Sepak Bola

Daerah

Babinsa Koramil 415-05/Sengeti Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Batanghari

HUT ke-42 SMAN 1 Batang Hari, Bupati Fadhil Arief Ajak Guru Perkuat Literasi dan Siswa Dekat dengan Guru