Sidang Korupsi Perumda Tirta Mayang Ungkap Dua Fakta Penting, Kualitas Sucolite Diakui Baik, Penyusun HPS Masih Dipertanyakan Sidang Korupsi Perumda Tirta Mayang Ungkap Fakta Baru, Pengadaan Bahan Kimia Disebut Berawal Sejak 2020 Akui Anggaran Rp77 Juta Perbaikan Jembatan Gantung Terlalu Besar, Ketua BPD Rantau Benar: Itu Berlebih Bukan Menyejukkan, Pernyataan Kadis Kominfo Jambi Dinilai Memicu Kegaduhan Baru Viral Mirip ‘Pacu Perahu’, Ratusan Mesin Dompeng PETI Ramai-Ramai Tinggalkan Aliran Sungai di Tebo Jambi Usai Ditertibkan

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Rabu, 1 April 2026 - 18:09 WIB

Gubernur Al Haris dan Ilusi Persentase: Drama Politik Angka di Jambi

JAMBI – Oleh: R. Adidaya (Fungsionaris Partai GOLKAR Provinsi Jambi)

ada hiburan favorit baru: belanja pegawai sedikit di atas 30%, dan tiba-tiba Gubernur Al Haris dijadikan biang keladi semua masalah. Angka itu diulang-ulang seolah mantra sakti—cukup sebut 35,73%, dan semua orang langsung merasa cerdas. Ironisnya, rakyat tidak meminta “persentase ideal,” mereka minta sekolah yang berjalan, rumah sakit yang melayani, jalan yang terhubung. Tapi kritikus sibuk mengutuk angka—tidak heran, drama lebih menyenangkan daripada realitas.

Kritik ini lucu sekaligus tragis. Mereka menuntut pemotongan instan belanja pegawai, padahal setiap guru, dokter, dan pegawai lapangan adalah tulang punggung layanan publik. Hapus mereka, dan siapa yang akan mengimplementasikan program pembangunan? Jawaban sederhana: tidak ada. Tapi hei, angka terlihat lebih rapi, bukan?

Gubernur Al Haris memilih jalur yang jarang dipuji: menavigasi dilema nyata antara UU HKPD, stabilitas birokrasi, dan kebutuhan rakyat. Ia tahu, angka hanyalah alat retorika bagi mereka yang nyaman bermain di tribun aman media sosial. Sementara itu, keputusan nyata—memastikan sekolah tetap mengajar, puskesmas tetap buka, proyek tetap berjalan—memerlukan keberanian, strategi, dan sedikit nyali politik.

Ironi terbesar? Para pengkritik heroik itu seolah siap “menyelamatkan rakyat,” tetapi menolak menghadapi risiko politik dan operasional. Mereka menuduh kegagalan, tetapi kenyataannya, gagal memahami kompleksitas kepemimpinan. Reformasi birokrasi instan memang terdengar seksi, tetapi kenyataan birokrasi adalah mesin yang menyalurkan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan—bukan angka yang bisa dihitung di spreadsheet.

Sarkasme terakhir: jika Anda ingin menilai keberhasilan, jangan lihat persentase. Lihat hasil. Apakah sekolah berfungsi? Apakah layanan kesehatan berjalan? Apakah infrastruktur tersambung? Jika ya, Gubernur Al Haris menang. Jika Anda hanya menghitung angka, selamat—Anda sedang memainkan sandiwara politik yang lucu tapi sayangnya mengalihkan perhatian dari rakyat.

BERITA TERKAIT  MWC NU Tungkal Ulu Gelar Pengajian Rutin Bulanan Serta Serahkan Bantuan Kepada Anak Yatim dan Kaum dhuafa

Pesan untuk para komentator tribun aman: sebelum bersikap heroik, tanyakan pada diri sendiri—apakah Anda siap mengambil keputusan sulit, menghadapi risiko nyata, dan memastikan rakyat tetap diuntungkan? Atau nyaman menjadi penonton yang mengutuk persentase sambil menyeru dramatis di media sosial?

Kepemimpinan sejati terlihat di lapangan, bukan di layar ponsel. Dan bagi mereka yang terlalu asyik menghitung angka: nikmati pertunjukannya, tapi jangan kaget jika rakyat diam-diam tersenyum melihat siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka.

Share :

Baca Juga

Daerah

Babinsa Koramil 415-05/Sengeti Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Batanghari

Pemkab Batang Hari Gelar Gebyar Semarak Ramadhan 1447H Batang Hari Super Tangguh

Daerah

Bupati Anwar Sadat Hadiri Pelantikan Pengurus PBSI Tanjab Barat Masa Bakti 2025–2029

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Ikuti Kegiatan Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer Magelang

Daerah

Diduga Sijuntak dan Tamba Kendalikan Jaringan Judi Togel di Batang Asam

Daerah

Meninggalnya Karyawan PT DAS ,Pihak Manajemen Diam Seribu Bahasa ? 

Seputar Jambi

Jaksa Geledah Dua Dinas Soal Dugaan Korupsi Dana COVID-19

Batanghari

Zulva Fadhil Bunda PAUD Batanghari Menghadiri Gerakan Transisi PAUD Ke SD se-Indonesia