Krisis Air Bersih di Florina Hills, Warga Pertanyakan Distribusi PDAM Muaro Jambi yang Tak Merata Anggaran Jaminan Kesehatan Hampir Rp 62 Miliar Disorot, AWaSI Jambi Dorong Transparansi Razia Grand Club Jambi, Polisi Bawa 22 Orang Positif Tes Urine Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Bentuk Penyegaran Organisasi Kebakaran Lahan di Konsesi PT RHM Lubuk Bernai, Asap Tebal Selimuti Batang Asam

Home / Daerah / Kota Jambi / Seputar Jambi

Rabu, 1 April 2026 - 18:09 WIB

Gubernur Al Haris dan Ilusi Persentase: Drama Politik Angka di Jambi

JAMBI – Oleh: R. Adidaya (Fungsionaris Partai GOLKAR Provinsi Jambi)

ada hiburan favorit baru: belanja pegawai sedikit di atas 30%, dan tiba-tiba Gubernur Al Haris dijadikan biang keladi semua masalah. Angka itu diulang-ulang seolah mantra sakti—cukup sebut 35,73%, dan semua orang langsung merasa cerdas. Ironisnya, rakyat tidak meminta “persentase ideal,” mereka minta sekolah yang berjalan, rumah sakit yang melayani, jalan yang terhubung. Tapi kritikus sibuk mengutuk angka—tidak heran, drama lebih menyenangkan daripada realitas.

Kritik ini lucu sekaligus tragis. Mereka menuntut pemotongan instan belanja pegawai, padahal setiap guru, dokter, dan pegawai lapangan adalah tulang punggung layanan publik. Hapus mereka, dan siapa yang akan mengimplementasikan program pembangunan? Jawaban sederhana: tidak ada. Tapi hei, angka terlihat lebih rapi, bukan?

Gubernur Al Haris memilih jalur yang jarang dipuji: menavigasi dilema nyata antara UU HKPD, stabilitas birokrasi, dan kebutuhan rakyat. Ia tahu, angka hanyalah alat retorika bagi mereka yang nyaman bermain di tribun aman media sosial. Sementara itu, keputusan nyata—memastikan sekolah tetap mengajar, puskesmas tetap buka, proyek tetap berjalan—memerlukan keberanian, strategi, dan sedikit nyali politik.

Ironi terbesar? Para pengkritik heroik itu seolah siap “menyelamatkan rakyat,” tetapi menolak menghadapi risiko politik dan operasional. Mereka menuduh kegagalan, tetapi kenyataannya, gagal memahami kompleksitas kepemimpinan. Reformasi birokrasi instan memang terdengar seksi, tetapi kenyataan birokrasi adalah mesin yang menyalurkan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan—bukan angka yang bisa dihitung di spreadsheet.

Sarkasme terakhir: jika Anda ingin menilai keberhasilan, jangan lihat persentase. Lihat hasil. Apakah sekolah berfungsi? Apakah layanan kesehatan berjalan? Apakah infrastruktur tersambung? Jika ya, Gubernur Al Haris menang. Jika Anda hanya menghitung angka, selamat—Anda sedang memainkan sandiwara politik yang lucu tapi sayangnya mengalihkan perhatian dari rakyat.

BERITA TERKAIT  Breaking News! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Marosebo Ulu

Pesan untuk para komentator tribun aman: sebelum bersikap heroik, tanyakan pada diri sendiri—apakah Anda siap mengambil keputusan sulit, menghadapi risiko nyata, dan memastikan rakyat tetap diuntungkan? Atau nyaman menjadi penonton yang mengutuk persentase sambil menyeru dramatis di media sosial?

Kepemimpinan sejati terlihat di lapangan, bukan di layar ponsel. Dan bagi mereka yang terlalu asyik menghitung angka: nikmati pertunjukannya, tapi jangan kaget jika rakyat diam-diam tersenyum melihat siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka.

Share :

Baca Juga

Daerah

Sah!! Umi Sulamah Terpilih Menjadi Ketua PAC Muslimat NU Tungkal Ulu

Daerah

Diduga Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tungkal Ulu Tertutup dalam Penggunaan Dana BOS

Batanghari

Kacabjari Muara Tembesi Melaksanakan Penyuluhan Hukum di Marsebo Ulu

Batanghari

DPRD Batanghari Lakukan Kunjungan Kerja Ke DPRD Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.

Batanghari

Wamen Pertanian Sudaryono Tinjau Swasembada pangan Kabupaten Batang Hari

Daerah

Uang Petani tak dikembalikan,Hengki CS di dugaTipu Penyidik Polda Jambi

Batanghari

Kado spesial diakhir tahun, Pemkab Batanghari raih Penghargaan KIP

Kota Jambi

HKI Alam Barajo Kembali Perjuangkan IMB Rumah Ibadah Pasca 5 Tahun Disegel Pemkot Jambi