Ribuan Warga Tumpah Ruah di KM 36-40 Mestong, Ultimatum Pemerintah dan Perusahaan Perbaiki Jalan Rusak Terbongkar: Judi Togel Beroperasi Terang-Terangan di Samping RAM Desa Panoban, Dikuasai “Bos Tamba” CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA POLRES TANJAB BARAT UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN BESERTA BARANG BUKTI.  Kades Klaim Pekerjaan Belum Selesai, Warga Bantah Tegas: Itu Bohong! Jembatan Gantung Rantau Benar Sudah Rampung

Home / Daerah / Kota Jambi / Muaro Jambi / Seputar Jambi

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah di KM 36-40 Mestong, Ultimatum Pemerintah dan Perusahaan Perbaiki Jalan Rusak

Kabarseputarjambi.id – MUARO JAMBI – Gelombang aksi masyarakat yang menuntut perbaikan ruas Jalan KM 36-40 di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, terus membesar. Memasuki hari kedua sejak dimulai pada Jumat (3/7) malam, ribuan warga dari berbagai desa memadati lokasi sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah.

Membludaknya massa di titik aksi menjadi bukti bahwa persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat telah mencapai puncak. Warga datang tidak hanya untuk menunjukkan solidaritas, tetapi juga mendesak perusahaan yang memanfaatkan ruas jalan tersebut bersama pemerintah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah nyata memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Sejak pagi hingga siang, arus kedatangan massa terus meningkat. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Mestong dan sekitarnya silih berganti bergabung dalam aksi. Mereka menyatakan akan tetap bertahan hingga ada kepastian mengenai perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.

Salah seorang warga yang mengikuti aksi, M, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan menghentikan aksi sebelum ada komitmen yang jelas dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Aksi ini akan terus berjalan sampai ada kepastian, baik dari perusahaan maupun instansi terkait, untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

Bagi masyarakat, kerusakan ruas jalan KM 36-40 bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur. Kondisi jalan yang rusak berat dinilai telah menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas warga. Mereka juga menilai tingginya intensitas kendaraan bertonase berat yang melintas menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.

Semakin banyaknya massa yang memadati lokasi aksi menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran masyarakat telah berada di titik akhir. Warga menilai berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini disampaikan belum memperoleh penyelesaian yang benar-benar dirasakan.

BERITA TERKAIT  Polresta Jambi Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra 2025, Siap Tertibkan Lalu Lintas

Dampak aksi tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di ruas KM 36-40 lumpuh total. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan mengantre panjang karena akses jalan tertutup oleh massa yang bertahan di lokasi sambil menunggu kehadiran perwakilan perusahaan maupun pemerintah untuk memberikan solusi konkret.

Hingga berita ini diterbitkan, ribuan warga masih bertahan di lokasi aksi. Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum ada komitmen yang jelas, tertulis, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses utama ribuan masyarakat.

Perhatian publik kini tertuju pada langkah yang akan diambil pemerintah daerah, perusahaan, serta instansi terkait. Jika tuntutan masyarakat tidak segera direspons, aksi yang terus membesar dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta arus transportasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. (TIKO)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kerap Terjadi Kemacetan di Jembatan Auduri 1, Dirlantas Polda Jambi bersama Stakeholder Survei Penyebab Kemacetan dan Berikan Solusi

Batanghari

Rapat Kerja Nasional ADPMET 2026

Daerah

Dua Pelaku Pembunuhan Driver Maxim di Jambi Ternyata Mahasiswa Aktif

Daerah

Aktivitas Ilegal Pemecah Batu di Pematang Tembesu: Pemilik Usaha Arogan, Kades Mengaku Tak Tahu, Kapolres Bertindak!

Batanghari

Sekda Azan Serahkan Hadiah Utama Dooprize, Penutupan FTA ke-5 TAMBAT Batanghari

Batanghari

Pemkab Batang Hari Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah Ke-29 Tahun 2025

Batanghari

Pj Sekda Batang Hari Dampingi Wakil Gubernur H.Abdullah Sani Safari Ramadhan di Kecamatan Maro Sebo Ulu

Batanghari

Pemkab Batang Hari terima bantuan 148,6 ton benih padi