Serangan Buaya di Betara Satu Anak Meninggal Dunia, Satu Alami Luka-Luka Wadirreskrimsus Polda Jambi Perintahkan Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat untuk menindaklanjuti terkait adanya Dugaan berita Acara Pengembalian Uang Petani KUD Tungkal Ulu Rumah Makan Samuel Panjaitan di Desa Taman Raja Diduga Jadi Markas Penimbunan Solar Ilegal Diamnya..? Ketua KUD Tungkal Ulu dan Hengky menjadi Tanda Tanya.? Uang Petani tak dikembalikan,Hengki CS di dugaTipu Penyidik Polda Jambi

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:13 WIB

Proyek Miliar Rupiah di SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat Diduga Jadi Bancakan: Material Seng ‘Abal-Abal’, Mark-Up Menganga!

Tanjab Barat – Aroma korupsi tercium menyengat di proyek revitalisasi SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat! Dana APBN senilai Rp 2,6 miliar yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diduga kuat diselewengkan melalui praktik mark-up dan penggunaan material ‘abal-abal’.

 

Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan, proyek yang mencakup rehabilitasi ruang kelas hingga pembangunan toilet ini, menggunakan seng berkualitas rendah yang jauh dari standar SNI.

 

Tak hanya itu, indikasi mark-up dalam pengadaan material semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi berjamaah dalam proyek ini.

 

“Ini bukan sekadar dugaan, tapi fakta di lapangan! Seng yang digunakan tipis dan mudah berkarat. Kalau dibiarkan, bangunan ini akan cepat rusak dan membahayakan siswa,” ungkap warga setempat. Pada Selasa (23/12/2025)

 

Pekerja ditemui dilokasi tidak memberikan tanggapan terkait pertanyaan awak media tentang penggunaan seng tipis yang tidak SNI

 

Sementara itu kepala Sekolah SMA 10 Tanjung Jabung Barat Winarno saat dikonfirmasi via telepon dan WhatsApp tidak bergeming alias bungkam seribu bahasa

 

Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak semakin kencang agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku korupsi segera diseret ke meja hijau.

 

Proyek revitalisasi SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat yang seharusnya menjadi kebanggaan, kini justru menjadi aib yang mencoreng dunia pendidikan. Jika praktik korupsi ini terus dibiarkan, bukan hanya kualitas pendidikan yang terancam, tapi juga masa depan generasi penerus bangsa.

BERITA TERKAIT  Gudang CPO Ilegal Ginting Bebas Beroperasi Di Simpang Rambutan,Truk Tangki Hilir Mudik Tiap Hari

Share :

Baca Juga

Daerah

AKBP Maulia Kuswieaksono,SIK.MH resmi jabat Kapolres Tanjabbar,Sertijab di Mapolres

Batanghari

Bupati Batanghari Halal Bihalal Bersama Lembaga Adat Se-kabupaten Batanghari

Batanghari

DPRD Batanghari Gelar Paripurna Penyampaian Jawaban Pemda Terhadap Pandangan Umum Fraksi

Daerah

BPD Layangkan Surat Ke Kejaksaan dan Inpesktorat Tanjabbar,Minta Audit Kinerja Thamrin Kades Teluk Pengkah 

Batanghari

Asisten I dan II Wakili Bupati Hadiri Gebyar SMKN 2 Batang Hari 2026

Batanghari

Pemkab Batang Hari Buka Seleksi JPT Pratama

Seputar Jambi

Mhd Fhadil Arief Menghadiri Pelantikan Ketua TP PKK dan Paud Se-kabupaten Batanghari

Daerah

Tol Baleno Tanpa Tarif, Namun Pengendara Tetap Wajib Miliki Kartu Tol