Tanjab Barat – Skandal dugaan kecurangan dalam pembangunan Puskesmas di Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, semakin memanas. Kontraktor pelaksana proyek diduga kuat melakukan praktik koruptif dengan tidak memasang besi tikar atau behel saat pengecoran lantai.
Informasi ini diungkapkan oleh seorang narasumber yang geram dengan kualitas pekerjaan yang jauh dari standar. Menurutnya, tindakan ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna Puskesmas, tetapi juga mengkhianati kepercayaan masyarakat.
Ironisnya, proyek pembangunan Puskesmas Merlung ini menelan anggaran miliaran rupiah. Namun, dengan kualitas pekerjaan yang amburadul, dana tersebut diduga kuat menguap ke kantong-kantong oknum yang tidak bertanggung jawab.
Yang lebih mengecewakan, anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Komisi III, yang seharusnya bertindak sebagai pengawas pembangunan, terkesan bungkam dan tidak bergeming. Padahal, mereka memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan proyek-proyek pembangunan di daerah berjalan sesuai dengan ketentuan.
Motif di balik kecurangan ini masih menjadi misteri. Apakah ada keterlibatan oknum pejabat atau anggota dewan dalam praktik koruptif ini? Masyarakat Merlung menuntut transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat.
Kasus ini harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Usut tuntas dugaan korupsi dalam pembangunan Puskesmas Merlung dan seret semua pelaku ke meja hijau. Jangan biarkan uang rakyat dikorupsi dan masyarakat menjadi korban!











