Polda Jambi Ringkus Jaringan Narkoba Riau, Sita Sabu, Ekstasi dan Etomidate dalam Jumlah Fantastis Tawuran Antar Kelompok Pemuda di Bram Itam Berujung Pengeroyokan, Tiga Pelaku Diamankan Polisi Walikota Maulana Launching Program Kampung Bahagia di Kelurahan Selamat, Dorong Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga Curanmor Tanjab Barat Terbongkar, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Utama Dirut Perumda Tirta Mayang Hadiri Forum Dunia UCLG ASPAC 2026 di Kendari

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tebo

Minggu, 12 April 2026 - 20:40 WIB

PETI di Teluk Langkap Kian Merajalela, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

TEBO, JAMBI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kian meresahkan masyarakat. Praktik ilegal yang berlangsung berulang ini dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan serta keselamatan warga sekitar.

Warga setempat mengaku telah berulang kali melaporkan aktivitas tersebut kepada aparat penegak hukum, baik di tingkat Polsek maupun Polres Tebo. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

“Saya sudah sering melapor ke Polsek, tapi tidak pernah ditindak. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa tidak ada tindakan?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, laporan serupa juga telah disampaikan ke Polres Tebo. Namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada penertiban maupun langkah konkret dari aparat untuk menghentikan aktivitas PETI yang terus berlangsung.

“Ke Polres juga sudah kami laporkan, tapi tidak juga ditindaklanjuti dengan serius. Warga sudah sangat resah,” lanjutnya.

Aktivitas PETI tersebut disebut telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak lahan, kegiatan ini juga berpotensi mencemari sumber air bersih yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan hidup serta kesehatan masyarakat. Warga pun mendesak agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran.

Merasa laporan mereka tidak mendapat respons yang memadai, warga Desa Teluk Langkap berencana melaporkan persoalan ini ke Polda Jambi. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir agar ada penanganan yang lebih serius, transparan, dan berkeadilan.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak menutup mata terhadap praktik ilegal yang jelas merugikan masyarakat luas serta mengancam keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.

BERITA TERKAIT  Vertek Perhutanan Sosial di Tanjung Jabung Barat, PW STN Jambi berharap Lolos Semua

(TIKO)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Bupati Batanghari, Hadiri Rapat Paripurna DPRD Terkait Penetapan RAPBD Tahun 2025

Batanghari

Luar Biasa , Kembali Fadhil Arief, Sebagai Penerima Penghargaan Apresiasi Cita Daerah Berkelanjutan Bertaraf Nasional Tahun 2025

Batanghari

Peserta Fun Run 2 Batang Hari Super Tangguh Walau Di Guyur Hujan Tetap Ramai

Batanghari

Wildan Ketua Karang Taruna Batanghari Sulap Jalan Desa Malapari Yang Rusak Parah

Seputar Jambi

Lakalantas di Mersam, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Seputar Jambi

PT APL Dilaporkan LSM Gerak Indonesia Dugaan Pencemaran dan Perambahan Hutan Produksi

Daerah

Koalisi Rakyat Anti Korupsi Desak Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan di Dinas PUPR Sarolangun

Batanghari

Fadhil Arief Bupati Batang Hari Hadiri Acara Tasyakuran Anggota DPRD Terpilih Irwanto Efendi