PETI Menggurita Sejak 1998, Penegakan Hukum Dipertanyakan: Sungai Buluh Terus Digerus Tambang Emas Ilegal Satresnarkoba Polres Tanjab Barat Amankan Seorang Terduga Penyalahguna Narkotika di Betara, Satu DPO Masih Diburu.  Kabar Duka: Mantan Rektor Unja Dua Periode dan Ketua Wantim DPD Golkar Jambi Dr. Kemas Arsyad Somad Wafat Mantan Rektor Unja Dua Periode Kemas Arsyad Somad tutup usia, Tinggalkan Jejak Besar bagi Dunia Pendidikan Jambi Kadis PMD Tanjab Barat Panggil Kades dan Dua BUMDes, Jadi Sorotan Publik

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tebo

Minggu, 12 April 2026 - 20:40 WIB

PETI di Teluk Langkap Kian Merajalela, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

TEBO, JAMBI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kian meresahkan masyarakat. Praktik ilegal yang berlangsung berulang ini dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan serta keselamatan warga sekitar.

Warga setempat mengaku telah berulang kali melaporkan aktivitas tersebut kepada aparat penegak hukum, baik di tingkat Polsek maupun Polres Tebo. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

“Saya sudah sering melapor ke Polsek, tapi tidak pernah ditindak. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa tidak ada tindakan?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, laporan serupa juga telah disampaikan ke Polres Tebo. Namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada penertiban maupun langkah konkret dari aparat untuk menghentikan aktivitas PETI yang terus berlangsung.

“Ke Polres juga sudah kami laporkan, tapi tidak juga ditindaklanjuti dengan serius. Warga sudah sangat resah,” lanjutnya.

Aktivitas PETI tersebut disebut telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak lahan, kegiatan ini juga berpotensi mencemari sumber air bersih yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan hidup serta kesehatan masyarakat. Warga pun mendesak agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran.

Merasa laporan mereka tidak mendapat respons yang memadai, warga Desa Teluk Langkap berencana melaporkan persoalan ini ke Polda Jambi. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir agar ada penanganan yang lebih serius, transparan, dan berkeadilan.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak menutup mata terhadap praktik ilegal yang jelas merugikan masyarakat luas serta mengancam keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.

BERITA TERKAIT  Oknum Pembina Pramuka Cabuli 9 Siswi Diringkus Polres Batanghari

(TIKO)

Share :

Baca Juga

Daerah

CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA

Batanghari

Lahan Sudah Siap, Batang Hari Gaskeun Pembangunan Sekolah Rakyat

Batanghari

Wabup Bakhtiar dan Keluarga Sholat Idul Fitri di Masjid Al Barokah Muarabulian

Daerah

Babinsa Koramil 415-06/Pijoan Hadiri Pembukaan Festival dan Lomba Siswa di Kumpeh Ulu

Seputar Jambi

Wah! Hanya PT Secona Persada Yang Mati Bisa Hidup Kembali

Batanghari

Lagi Dan Lagi,Tiang Jembatan Tembesi Dihantam Tongkang Batu Bara

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Pimpin Upacara HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas di Batang Hari, Tegaskan Pentingnya Stabilitas Daerah

Daerah

Babinsa Koramil 415-05/Sengeti Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat