MERLUNG – Pembangunan SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat yang menjadi bagian dari program revitalisasi senilai miliaran rupiah ternyata menyimpan masalah serius. Diduga ada keterlibatan Kepala Sekolah Winarno, S.Pd., M.Pd., di balik proyek pembangunan yang kini terkesan gagal total.
Pengecekan awal menunjukkan bahwa seluruh material yang digunakan dalam pembangunan gedung sekolah tergolong murah meriah dan tidak memenuhi standar kualitas. Salah satu contoh yang mencolok adalah penggunaan seng dengan ketebalan amat tipis, yang diduga tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Meskipun berkali-kali dihubungi wartawan untuk memberikan klarifikasi terkait kasus ini, Winarno memilih untuk tidak memberikan tanggapan apapun. Namun, informasi dari sumber terpercaya mengungkapkan bahwa sebelumnya dia pernah berjanji kepada sejumlah wartawan agar menunggu proses lelang bahan bekas bangunan sekolah sebelum datang ke lokasi.
“Tunggu lelang dulu bahan-bahan ini, baru datang ke sekolah ya,” ujar Winarno pada kesempatan itu, kata sumber.
Kasus pembangunan sekolah yang gagal ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik tidak benar di balik proyek yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi pendidikan di daerah tersebut. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kebenaran dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku jika ditemukan adanya pelanggaran.











