DALAM RANGKA HARI TANI DPW TANI MERDEKA PROVINSI JAMBI BERBAGI MINYAK GORENG DI KOTA JAMBI  Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Masyarakat Cek Endra Ajak Masyarakat Jambi Perkuat Empat Pilar Menuju Indonesia Emas 2045 CV Nabil Hawari Dilaporkan ke Kejati Jambi, Proyek Jalan Rp4,2 Miliar Jadi Sorotan BPK Kebakaran Disertai Ledakan di Gudang Catering Mall Jamtos, Enam Orang Alami Luka Bakar

Home / Batanghari / Daerah / Seputar Jambi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Wabup Bakhtiar Hadiri Acara MAKARA XI Arkeologi Herinnering Oleh Mahasiswa Unja

BATANG HARI – Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar menghadiri acara kegiatan MAKARA XI Arkeologi Herinnering oleh Himpunan Mahasiswa Arkeologi Universitas Jambi (PRAJA) jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan, Universitas Jambi bertempat di lapangan sepak bola Benteng Tembesi. Sabtu (25/10/25)

 

Wakil Bupati Batang Hari menyampaikan Terimakasih telah memperkenalkan mengingat Sejarah dengan bukti – bukti Sejarah baik itu berbentuk benda maupun tidak berbenda, ketika pada masa lalu semua orang satu-satunya jalan Transportasi melalui Sungai Batang Hari baik itu kepentingan Agama, Pendidikan dan Ekonomi.

Kita lihat secara bersama timbul Pendidikan di Muaro Jambi dengan Candi Muaro takus, kemudian itu ada situs- situs Sejarah yang ada di beberapa Kabupaten Provinsi Jambi itu kepentingan keagamaan. Situs itu meninggalkan jejak atau bukti sejarah. kita lihat Candi Pematang saung yang berada di Pemayung, kemudian Candi di teratai seberang Muara Bulian, kemudian di Desa rantau kapas tedapat patung – patung budha Itu pendidikan terhadap Agama Budha. Selanjutnya proses Pendidikan Agama Islam ada bukti- bukti di kampung raja ada Masjid tua bahkan saat ini sudah banyak pondok pesantren.

Lanjut Wakil Bupati menyampaikan Di Muara Tembesi memiliki tiga (tiga) persimpangan Sungai Tembesi dan sungai Batang Hari sehingga tinggal bukti-bukti sejarah yang di kenal dengan proji,Prada, ada kantor bahkan meninggalkan ada beberapa makam orang Belanda di pasar Muara Tembesi.ketika Belanda masuk tentu dengan keamanan di pasar Muara Tembesi ini, pada tahun 1901 ada kapal dagang Belanda (VOC).

 

Kemudian alat tukar pada zaman dahulu yaitu kupon, dikasih kepada Masyarakat yang memiliki kebun ladah/cengkeh itu ganti dengan sembako berlaku khususnya di Kabupaten Batang Hari. Kemudia Muara Tembesi ini pusat pasar perdangan.

BERITA TERKAIT  Wali Band Meriahkan Puncak HUT Batanghari ke 76

Dalam sambutannya Wakil Bupati mentipkan pesan kepada Mahasiswa Arkeologi jurusan Sejarah Universitas Jambi tulislah buktikan bahwa ada peninggalan kolonial maupun peninggalan penyebaran Agama dan mengajak bersama – sama dengan prodi sejarah supaya lebih jauh mengenang pada masa lalu dan berikanlah kesan yang terbaik pada kita bersama.

Share :

Baca Juga

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Buka Batang Hari Super Tangguh Basket Ball Competition 2025, Ajang Pembinaan Atlet Muda

Daerah

Sinergitas Pusat dan Daerah pada Reses I 2026 Ketua DPRD Kota Jambi salurkan 400 Paket Sembako.

Batanghari

Rapat Paripurna DPRD Batang Hari, Penyusunan Pembahasan APBD dan APBD-P 2023

Batanghari

Zulfa Fadhil Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional di Batanghari

Batanghari

Sekwan DPRD Bacakan SK Hasil Kesepakatan Bersama Kepala Daerah Kabupaten Batang Hari

Daerah

Mobil tangki berlogo SPN didapati masuk ke lokasi aktivitas pengolahan BBM ilegal

Daerah

Kabid Dikdas Tak Bernyali Untuk Menindak Pelanggaran Yang Ada Di SMP N 1 Merlung, Pemda Tanjab Barat Wajib Ambil Tindakan

Daerah

DUGA KETERLIBATAN KEPALA SEKOLAH, PEMBANGUNAN SMA NEGERI 10 TJB BARAT SENILAI MILYARAN TERKESAN GAGAL