Oknum anggota DPRD Tanjabbarat,Nyambi jadi calon pengurusan BPHTB dan pajak warga Milad PAN ke-28 di Kota Jambi, M. Saleh Azim: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Semangat Perjuangan Jalan Lubuk Lawas–Tanjung Bojo Terancam Hancur, Portal Pembatas Diduga Dirusak — Ada Dugaan Pengondisian Fee   Presisi Merdeka Balap Pompong Meriahkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Tanjab Barat ke-61 Kadin Tanjab Timur Salurkan 1 Ton Beras, Ringankan Beban Korban Kebakaran Nipah Panjang

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Senin, 2 Juni 2025 - 10:50 WIB

Kepsek SMA Negeri 15 Tanjab Barat,Kankangi Edaran Disdik Jambi

 

KABARSEPUTARJAMBI ID – Surat Edaran Dinas Pendidikan Propinsi Jambi,Perihal larangan melakukan Punggutan di Satuan Pendidikan SMA/SMK dan SLB.

Dimana pada Point’ pertama tidak membenarkan adanya Punggutan dalam bentuk apapun,Uang OSIS,Uang Pramuka,Uang Komite dan lainnya,

jika pihak Sekolah memberdayakan Komite harus mengacu pada Permendiknas No 75 yang sifatnya Sumbangan Suka Rela,tidak ditentukan Jumlah,Nilai,dan waktu.

Pada Point Terakhir secara Tegas Dinas Pendidikan Propinsi Jambi menyampaikan Apabila pihak Sekolah melakukan Punggutan tentu ada Sanksi Administratif Bahkan Sanksi Pidana Sebab hal ini sudah menyalahi Aturan dan termasuk dalam Kategori Punngutan Liar.

Namun Surat Edaran Disdik Propinsi Jambi tampaknya dikankangi oleh Kepala Sekokah SMA Negeri 15 Tanjab Barat yang beralamat di KM 04,Kelurahan Tebing Tinggi,Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Tanjab Barat, dimana Pihak Sekolah Memunggut uang kepada Siswa sebesar Rp 60.000/ Bulan dengan Alasan Komite,dan pihak Sekolah juga mengeluarkan Instruksi supaya siswa Kelas 12 membawa Uang sebesar Rp 150.000 saat pengambilan Ijazah dengan alasan Untuk kenang-Kenangan,dan Pihak Sekolah Juga mengharuskan siswa Membawa 1 Buah Buku Mata Pelajaran Apapun yang penting Kurikulum Merdeka.

Salah satu Wali Murid berinisial M kepada awak Media membeberkan,Biaya SPP sebesar 60.000/ bulan,itu semua permintaan Pihak sekolah melalui Komite,sehingga Komite melakukan Rapat Bersama wali Murid,dimana Wali Murid diwajibkan membayar uang 60.000/Bulan.”Komite dan wali Murid tak mungkin melakukan Punggutan jika bukan pihak Sekolah yang meminta dengan Alasan untuk keberlangsungan pendidikan Di Sekolah,”Ujarnya mantap.

Dipaparkannya lagi,piha sekolah bukan hanya sebatas mewajibkan siswa harus membayar uang SPP akan tetapi pihak Sekolah meminta siswa membayar Uang sebesar 150.000 saat pengambilan Ijazah, dimana Uang tersebut bentuk kenang-kenangan dan juga diharuskan membawa buku Pelajaran 1 Buah untuk perpustakaan,” Selaku wali Murid merasa terbeban dengan Kebijakan Pihak sekolah,” Ujarnya lagi.

BERITA TERKAIT  Menjelang Pergantian Kekuasan 2024, Anggota JMSI Diminta Kawal Demokrasi

Ia berharap Disdik Propinsi Jambi,Serta Instansi Hukum terkait untuk mengambil Tindakan yang nyata sebab semua Kebijakan dan Keputusan sekolah dilakukan secara sepihak dan tak ada landasan Hukum yang sah ,sehingga ini masuk Kategori Pungli” Tim Saber Pungli harus bertindak,ini sudah jelas Pungli”Tutup ya.

Terpisah Kepala sekolah SMA Negeri 15 Tanjab Barat,Mukhsin membenarkan adanya pumggutan sebesar 60.000/bulan akan tetapi dia berdalih semua dilakukan Oleh Komite ” Uang tersebut dialokasikan Buat bayar Gaji Guru”terangnya.

Namun saat ditanya pihak sekolah Meminta siswa membayar Uang 150.000 sebagai bentuk kenang-kenangan an 1 Buah Buku Mapel ,dengan tergagap dia membantah,”itu bukan saya lakukan chat Via WA sama anak Murid,mungkin Guru,nanti sy infokan,”Katanya.

Terkait edaran Disdik Propinsi Jambi sejauh mana Sosialisasi diberikan Kepada Komite supaya Komite tidak terjebak jikalau ada aturan tidak membenarkan melakukan Punggutan,” Sejauh ini belum disosialisasikan Edaran tersebut,” Terangnya.

Namun Disdik Propinsi Jambi belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini

(Yogi kardila)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Hadiri Pelepasan Siswa dan Pentas Seni SMPN 9 Batanghari, Ini Harapan Kadis PDK Zulpadli

Batanghari

Sekda Batanghari Hadiri Musrenbang Marosebo Ulu Disambut Tari Sekapur Sirih

Daerah

Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Terima Audiensi UNICEF, Bahas Penguatan Literasi SD Kelas Awal

Daerah

Serangan Buaya di Betara Satu Anak Meninggal Dunia, Satu Alami Luka-Luka

Daerah

Bupati Anwar Sadat Lepas Kontingen Sepak Bola Tanjab Barat ke Gubernur Cup Jambi 2026

Daerah

Polemik JBC Jambi Menguat, Proyek Rp1,5 Triliun Dinilai Sarat Persoalan

Seputar Jambi

KPU Batanghari Gelar Sosialisasi, Insan Pers Memiliki Peran Penting Dalam Proses Pemilu