Terbongkar: Judi Togel Beroperasi Terang-Terangan di Samping RAM Desa Panoban, Dikuasai “Bos Tamba” CAMAT SUHARDI,S.E TEGASKAN ANGGARAN RP77.955.000 JUTA SUDAH SESUAI, PADAHAL PERBAIKAN JEMBATAN HANYA SEBATAS GANTI 2 PLAT DAN CAT SEMATA! KADES NYALIM LANGSUNG BLOKIR NOMOR WA MEDIA POLRES TANJAB BARAT UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN BERAT BERENCANA, PELAKU BERHASIL DIAMANKAN BESERTA BARANG BUKTI.  Kades Klaim Pekerjaan Belum Selesai, Warga Bantah Tegas: Itu Bohong! Jembatan Gantung Rantau Benar Sudah Rampung Dugaan Mark Up Mencolok Proyek Jembatan Gantung Rantau Benar: Anggaran Rp77 Juta, Realisasi Diduga Hanya Rp10 Juta

Home / Daerah / Tanjab Barat

Rabu, 19 Juni 2024 - 18:27 WIB

Limbah Kelapa Sawit PT Fortius Cemari Sungai Tantang, Sawah Ratusan Hektar Di Trans Suban Terancam

 

TANJABBAR – Limbah kelapa Sawit PT Fortius kotori sungai Tantang di wilayah Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pada Rabu pagi (19/6/2024)

Menghitamnya sungai Tantang akibat dari limbah sawit PT Fortius membuat masyarakat setempat berang. Bagaimana tidak berang, sungai Tantang adalah satu-satunya sungai yang digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan. Dari mencuci, mandi bahankan untuk pertanian persawahan.

Sebab itu masyarakat setempat berharap kepada pemerintah untuk memberikan tindakan tegas dan sanksi kepada PT Fortius.

“Dari kolam limbah meluber ke anak sungai Tantang, dari anak sungai itu ngalir ke sungai Tantang. Akibatnya anak sungai dan sungai Tantang menghitam tercemar oleh limbah sawit pabrik Fortius. Kami berharap pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pabrik itu” harap warga

Senada dengan itu Camat Batang Asam Drs. Junaidi mengharapkan pelaku pencemaran lingkungan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Oh, iya-iya. Saat ini kami lagi bacakap tentang itu, bersama kawan-kawan ni” ujar camat saat dikonfirmasi Via telpon (19/6)

Namun camat Batang Asam belum mengetahui pasti asal pencemaran tersebut

“kalau itu saya tidak tau, namun kedua-dua PKS alirannya ke sungai Tantang itu” ungkap Camat Batang Asam

Selain itu, Camat berharap pelaku pencemaran lingkungan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau Sayo ingginnya barang itu diproses secara hukum” imbuhnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjung Jabung Barat Parjo, menyatakan pihaknya sedang dalam perjalanan menuju lokasi pencemaran.

“Saya sudah memerintahkan beberapa orang anggota ke lokasi, lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan” sebut Parjo

Disisi lain, Humas PT Fortius mengaku kolam 12 jebol, akibat derasnya hujan semalam.

“Itu akibat Hujan deras semalam, sehingga kolam 12 tumpah ke sungai” tuturnya saat ditemui di Lokasi PT Fortius

BERITA TERKAIT  DPRD Batang Hari terima aspirasi warga Desa Sungai Buluh

Lebih lanjut Humas mengatakan ” kolam 12 itu biasa digunakan warga sini memancing ikan. Dan tanggul kolam sudah diperbaiki, dan untuk menetralkan air, kami sudah memasukkan air bersih ke sungai” tutupnya

Terpisah, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Barat G Mael, saat dikonfirmasi mengatakan sudah melakukan check sungai Tantang dan saat ini menuju PT Fortius, dan untuk hasil pengecekan sudah di laporkan ke kepala Dinas DLH

“Tadi sudah kami check sungai Tantang dan saat ini menuju pabrik PT Fortius, dan sudah kami laporkan ke Kadis” katanya (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pecah Rekor! DPD Golkar Jambi Kurban 14 Hewan, 1.150 Kupon Daging Dibagikan ke Masyarakat

Batanghari

Pemkab Batang Hari Buka Seleksi JPT Pratama

Batanghari

Kacabjari Muara Tembesi Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional Di SMAN 7 Batang Hari

Daerah

PJS Kades Merlung Tinju Pintu Seraya Usir Dan Menantang Wartawan Berkelahi Usai Diajukan Pertanyaan

Daerah

Ditresnarkoba Polda Jambi Berhasil Amankan 4Kg Sabu dan 19.895 ribu Pil Ekstasi senilai 10 Miliar Lebih, Sebagai Hadiah HUT Bhayangkara ke 78

Daerah

Ahmad Jafar Komitmen Bantu Kinerja Bupati Menyelesaikan Soal Tapal Batas

Daerah

Kodim 0415/Jambi Lakukan Pelayanan dan Pemeliharaan Puluhan Kendaraan Dinas

Daerah

Untuk Memotivasi Petani, Babinsa Koramil 415-07/Pelayangan Bantu Petani Dalam Penyemaian Bibit