PETI Menggurita Sejak 1998, Penegakan Hukum Dipertanyakan: Sungai Buluh Terus Digerus Tambang Emas Ilegal Satresnarkoba Polres Tanjab Barat Amankan Seorang Terduga Penyalahguna Narkotika di Betara, Satu DPO Masih Diburu.  Kabar Duka: Mantan Rektor Unja Dua Periode dan Ketua Wantim DPD Golkar Jambi Dr. Kemas Arsyad Somad Wafat Mantan Rektor Unja Dua Periode Kemas Arsyad Somad tutup usia, Tinggalkan Jejak Besar bagi Dunia Pendidikan Jambi Kadis PMD Tanjab Barat Panggil Kades dan Dua BUMDes, Jadi Sorotan Publik

Home / Daerah / Seputar Jambi / Tanjab Barat

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:46 WIB

MAR-UP SEKOLAH NEGERI DI TANJAB BARAT DIGUNAKAN BAHAN TIDAK MUTU: SEMEN TIGA RODA, SENG TIPIS TANPA SNI

 

JAMBI – Proyek bantuan pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas 2025 di SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat, dengan nilai kontrak Rp2.625.266.000, diduga menggunakan bahan bangunan tidak memenuhi standar mutu. Informasi yang diterima mengungkapkan, mar-up proyek tersebut menggunakan semen merek “Tiga Roda” yang tergolong murah, serta seng atap tipis yang tidak memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Proyek yang mulai berjalan sejak 13 Agustus 2025 dan diperkirakan selesai dalam 180 hari kerja, bertujuan merehabilitasi berbagai fasilitas termasuk ruang administrasi, perpustakaan, sanitasi, serta membangun ruang komputer dan unit toilet. Namun, penggunaan bahan tidak standar mengancam kualitas dan keamanan infrastruktur yang akan digunakan ribuan siswa dan guru.

 

Penggunaan semen dengan harga murah tanpa verifikasi mutu berpotensi menyebabkan keroposnya struktur bangunan dalam waktu singkat, sedangkan seng tanpa SNI berisiko mudah karatan dan tidak tahan cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat. Hal ini juga mengindikasikan kemungkinan praktik korupsi atau penyimpangan dalam pengelolaan anggaran APBN yang seharusnya digunakan untuk memastikan kualitas proyek pendidikan.

 

Kabar ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat lokal terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek pemerintah. Masyarakat menuntut penyelidikan mendalam dari pihak berwenang untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pemilihan bahan tidak mutu dan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan.

BERITA TERKAIT  Ribuan Warga Batang Hari Ikuti Jalan Sehat Kerukunan Hari Amal Bhakti Kemenag RI ke-80

Share :

Baca Juga

Batanghari

Jalan Nasional di Batanghari Rusak Parah, MFA : Bukan Wewenang Pemkab

Batanghari

Sekda kabupaten Batang Hari Resmi Membuka Acara CFD Di Kecamatan Maro Sebo Ulu

Batanghari

Ketua DPRD Batang Hari, Rahmat Hasrofi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Batanghari

Bupati Fadhil Arief bersama Keluarga Gelar Halal Bi Halal, Doa Bersama dan Tasyakuran

Batanghari

Sambut Bulan Ramadhan, UPTD Puskesmas Sungai Rengas Gelar Makan Bersama

Batanghari

Anggota DPRD Batang Hari Hadiri Musrenbang Kecamatan Mersam

Batanghari

Closing Ceremony Tarkam Kemenpora RI Batang Hari Meriah, Iskandar Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Daerah

Tanamkan Kedisiplinan Pada Siswa, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Berikan Pelatihan